Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di berbagai belahan dunia mulai menyambut datangnya bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh. Bulan yang penuh kemuliaan ini identik dengan pelaksanaan ibadah haji serta penyembelihan hewan kurban.
Tidak hanya itu, sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Salah satu amalan sunnah yang paling dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.
Kedua puasa sunnah tersebut dipercaya memiliki banyak keutamaan, mulai dari penghapus dosa hingga mendatangkan keberkahan hidup. Berikut ulasan lengkap mengenai jadwal, bacaan niat, tata cara, serta keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah.
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Puasa Tarwiyah memiliki makna sebagai bentuk persiapan spiritual menjelang hari besar Islam. Sementara itu, Puasa Arafah bertepatan dengan momen wukuf para jemaah haji di Padang Arafah yang menjadi salah satu rukun utama ibadah haji.
Penentuan jadwal puasa sunnah ini mengikuti hasil sidang isbat pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Oleh karena itu, umat Muslim biasanya menunggu pengumuman resmi terkait awal bulan Dzulhijjah sebelum melaksanakan puasa tersebut.
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Dalam menjalankan ibadah puasa sunnah, niat menjadi salah satu syarat penting. Niat dapat dibaca di dalam hati maupun dilafalkan sebelum waktu Subuh.
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi amalan yang penuh pahala dan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Menghapus Dosa Dua Tahun
Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa puasa ini dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.
عَنْ أَبِى قَتَادَةَ الأَنْصَارِىِّ رَضِىَ الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
Artinya: “Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.”
Keutamaan tersebut menjadikan Puasa Arafah sebagai salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Mendapat Keberkahan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal sebagai waktu yang sangat dicintai Allah SWT untuk melakukan amal saleh. Karena itu, Puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi bagian dari amalan utama yang dianjurkan pada hari-hari istimewa tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ، شَهْرَا عِيدٍ: رَمَضَانُ، وَذُو الحَجَّةِ
Artinya: “Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang, yaitu Ramadhan dan Dzulhijjah.” (HR Bukhari dan Muslim).
Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, takbir, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan berbagai amal ibadah lainnya.
Dibebaskan dari Api Neraka
Hari Arafah juga diyakini sebagai salah satu hari ketika Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Kemuliaan tersebut berkaitan dengan prosesi wukuf para jemaah haji di Padang Arafah yang menjadi puncak ibadah haji.
Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tata Cara Melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Pelaksanaan Puasa Tarwiyah dan Arafah pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya. Puasa dimulai sejak terbit fajar atau masuk waktu Subuh hingga terbenam matahari saat Maghrib.
Umat Muslim juga dianjurkan untuk makan sahur dan menyegerakan berbuka puasa sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Selain menjalankan puasa, memperbanyak zikir, takbir, doa, dan sedekah juga dianjurkan agar pahala yang diperoleh semakin maksimal di bulan penuh keberkahan ini.
Kesimpulan
Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah merupakan amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan menjelang Hari Raya Idul Adha. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kedua puasa ini juga dipercaya dapat menghapus dosa, mendatangkan keberkahan, dan menjadi kesempatan meraih pahala besar di bulan Dzulhijjah.


Komentar