Tata cara salat Idul Adha pada dasarnya sama dengan salat Idul Fitri. Perbedaan utamanya hanya terletak pada bacaan niat. Salat Idul Adha dilaksanakan dua rakaat dengan tambahan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.
Dikutip dari Fiqih Islam Terjemahan Matn Al-ghayah Wat Taqrib karya M. Jauharul Eka Mawahib dan Siti Sulaikho, berikut panduan lengkap tata cara salat Idul Adha beserta bacaannya.
Tata Cara Salat Idul Adha
Membaca Niat Salat Idul Adha
Bacaan niat salat Idul Adha sendiri:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Adha rak’atayni adā’an lillāhi ta’ālā.
Artinya: Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Niat sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil Adha ma’muman lillahi ta’ala
Artinya: Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.
Niat sebagai imam:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى
Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil Adha imaman lillahi ta’ala.
Artinya: Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.
Takbiratul Ihram
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu akbar
Artinya: Allah Mahabesar.
Doa Iftitah
اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqatsawbul abyadlu minaddanasi. Allahummaghsil khathaayaaya bil maai watstsalji walbaradi.
Artinya: Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan dan dosa sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Ya Allah, segala kesalahanku dengan air, salju, dan embun sebersih-bersihnya. (HR Bukhari dan Muslim)
Takbir 7 Kali pada Rakaat Pertama
Di antara takbir dibaca:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar.
Artinya: Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.
Membaca Surah Al-Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn ar-raḥmānir-raḥīm māliki yaumid-dīn iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
Membaca Surah Al-Qur’an
Surah yang dianjurkan adalah:
- Rakaat pertama: Surah Qaf
- Rakaat kedua: Surah Al-Qamar
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa terdapat penjelasan mengenai surah yang dibaca Rasulullah SAW saat melaksanakan salat Idul Adha dan Idul Fitri. Hal ini berlandaskan pada hadis yang diriwayatkan dari Ubaidillah bin Abdullah, bahwa Umar bin Khattab RA pernah bertanya kepada Abu Waqid al Laitsi, “Surah apa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika salat Idul Adha dan Idul Fitri?” Dia menjawab, “Ketika salat beliau membaca surah Qaaf, wal quraanil majiid dan surah Iqtarabatis saa’atu wansyaqqal qamaru.” (HR Bukhari dan Muslim)
Gerakan Salat Seperti Biasa
Setelah membaca surah, dilanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga rakaat kedua.
Pada rakaat kedua terdapat 5 kali takbir, kemudian dilanjutkan seperti salat biasa hingga salam.
Sunah dalam Salat Idul Adha
Dalam pelaksanaan salat Idul Adha terdapat sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Muslim. Hal ini bertujuan agar ibadah salat Id semakin sempurna dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin yang diterjemahkan Muhammad Ahsan bin Usman menjelaskan bahwa salat Id disunahkan dilaksanakan di tempat terbuka atau lapangan. Namun, pengecualian diberikan jika berada di Masjidil Haram dan Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa), atau ketika kondisi hujan tidak memungkinkan untuk salat di lapangan.
Selain itu, disunahkan bagi kaum Muslim untuk memperbanyak takbir sejak keluar rumah menuju tempat pelaksanaan salat Id, dan menghentikannya ketika salat dimulai.
Sunah lainnya juga dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Belajar Salat untuk Anak karya Nurul Ihsan. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak makan sebelum melaksanakan salat Idul Adha, dan baru makan setelah selesai serta kembali ke rumah.
Hal ini didasarkan pada riwayat dari Buraidah RA, ia berkata:
“Nabi Muhammad SAW tidak berangkat pada waktu Idul Fitri sebelum makan dulu, dan tidak makan pada waktu Idul Adha sebelum pulang.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Dengan demikian, sunah-sunah tersebut menjadi pelengkap dalam pelaksanaan salat Idul Adha agar lebih sempurna sesuai tuntunan Rasulullah SAW.


Komentar