Apakah kamu sudah mengisi skrining kesehatan tahun ini? Mulai 1 Januari 2026, seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berusia 15 tahun ke atas diwajibkan mengisi Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) setidaknya satu kali dalam setahun.
Ketentuan ini bukan sekadar administrasi. Mengacu pada Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024, skrining menjadi persyaratan sebelum peserta memperoleh layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas atau klinik pratama.
Kabar baiknya, skrining dapat dilakukan secara gratis, cepat, dan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Proses pengisian bisa dilakukan dari rumah menggunakan ponsel maupun komputer.
Berikut panduan lengkap skrining BPJS Kesehatan 2026 yang perlu diketahui peserta JKN.
Mengenal Skrining BPJS Kesehatan
Sebelum melakukan pengisian, peserta perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Skrining Riwayat Kesehatan.
Skrining Riwayat Kesehatan merupakan proses pengumpulan data terkait kondisi kesehatan, riwayat penyakit, serta kebiasaan hidup peserta JKN-KIS. Proses ini dilakukan melalui kuesioner digital yang berisi pertanyaan seputar tinggi dan berat badan, pola aktivitas, kebiasaan merokok, hingga riwayat penyakit pribadi maupun keluarga.
Data yang diisi akan dianalisis oleh sistem untuk menilai potensi risiko penyakit tidak menular. Hasil skrining akan mengelompokkan peserta ke dalam kategori risiko rendah, sedang, atau tinggi.
Berbeda dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up), skrining ini tidak melibatkan pemeriksaan fisik atau tes laboratorium. Skrining berfungsi sebagai langkah awal deteksi dini dengan cara menjawab pertanyaan yang tersedia.
Dasar Aturan Skrining BPJS Kesehatan
Kewajiban skrining ini berlandaskan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pelayanan Skrining Riwayat Kesehatan dan Upaya Peningkatan Kesehatan bagi Peserta JKN, yang mulai berlaku sejak 14 Desember 2024.
Peraturan tersebut menggantikan aturan sebelumnya, yakni Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 2 Tahun 2019. Dalam regulasi terbaru, ditegaskan bahwa skrining riwayat kesehatan diberikan satu kali setiap tahun kepada seluruh peserta JKN.
Selain itu, ketentuan ini juga diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 sebagai perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam peraturan tersebut, skrining diposisikan sebagai bagian dari upaya pencegahan dalam sistem JKN.
Panduan Skrining BPJS Kesehatan Dari Aplikasi Mobile JKN
Pengisian skrining paling mudah dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Berikut tahapannya:
- Unduh aplikasi Mobile JKN di Play Store atau App Store
- Masuk menggunakan NIK atau nomor kartu JKN dan kata sandi
- Pilih menu Lainnya pada halaman utama
- Klik Skrining Riwayat Kesehatan
- Pilih nama peserta yang akan diskrining
- Setujui syarat dan ketentuan
- Lengkapi data diri yang diminta
- Jawab seluruh pertanyaan hingga selesai
- Simpan data dan hasil skrining akan langsung ditampilkan
Waktu pengisian berkisar 10–15 menit. Pastikan seluruh jawaban diisi sesuai kondisi sebenarnya agar hasil penilaian akurat.
Cara Skrining BPJS Kesehatan Melalui Website
Bagi peserta yang lebih nyaman menggunakan laptop atau tidak ingin menginstal aplikasi, skrining juga bisa dilakukan melalui situs resmi BPJS Kesehatan.
Dilansir dari desakarangbendo.id, berikut langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka browser di HP atau laptop
- Akses laman webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining
- Masukkan NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan
- Isi tanggal lahir sesuai data kepesertaan
- Masukkan kode captcha dan klik Cari Peserta
- Setujui persetujuan skrining
- Lengkapi data diri dan kontak darurat
- Jawab seluruh pertanyaan skrining
- Klik Simpan untuk melihat hasil
Hasil skrining akan langsung muncul di layar setelah proses selesai.
Kesimpulan
Mudah-mudahan informasi ini dapat membantu peserta JKN memahami kewajiban skrining kesehatan dan mempermudah akses layanan kesehatan di tahun 2026.
Sumber: https://desakarangbendo.id/berita-ekonomi-bisnis/130839805/belum-skrining-bpjs-kesehatan-ini-cara-mudahnya-di-hp-dan-website-2026/

















