Kasus pencurian handphone di sebuah kedai nasi di Jalan PWS, Medan, baru disadari korban beberapa jam setelah kejadian, tepatnya usai menunaikan salat Asar.
Rahma Sari Ariyani, anak korban, mengungkapkan bahwa pelaku datang sekitar pukul 11.30 WIB dan mengulur waktu hingga akhirnya melancarkan aksinya menjelang siang.
“Dia datang 11.30, sambil menunggu masakan tadi, minuman tadi, dia mengulur waktu, 11.57 baru kejadian,” ujar Rahma, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, korban tidak langsung menyadari kehilangan karena kesibukan berjualan. Handphone tersebut baru dicari saat korban hendak beristirahat.
“Habis Asar, setelah salat Asar mau main handphone. Biasa lah sudah capek, mau main handphone sebentar lagi istirahat gitu kan, orang kerja ada di luar gitu kan. Ya sudah, baru sadar handphone-nya mana gitu,” jelasnya.
Rahma juga menyebut, hingga saat ini pihak keluarga belum membuat laporan resmi ke polisi. Hal itu dipengaruhi pengalaman sebelumnya saat kehilangan sepeda motor yang tidak kunjung diproses.
“Belum ada buat laporan karena pun kami sudah pernah kehilangan sepeda motor, juga nggak diproses. Sudah ada buktinya juga, CCTV-nya juga,” pungkasnya.










