Selasa, 24 Maret 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • Beranda
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Info
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Beranda
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Info
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Apakah Boleh Puasa Syawal Sekaligus Senin-Kamis dan Qadha Ramadhan?

Rudi Chandra by Rudi Chandra
24 Maret 2026
in Berita, Info
0
Apakah Boleh Puasa Syawal Sekaligus Senin-Kamis dan Qadha Ramadhan?

Apakah Boleh Puasa Syawal Sekaligus Senin-Kamis dan Qadha Ramadhan?

Banyak umat Islam mulai menunaikan puasa sunnah lagi setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Salah satu yang paling umum dilakukan adalah puasa enam hari di bulan Syawal, yang memiliki keutamaan tersendiri.

Di sisi lain, ada pula puasa rutin seperti Senin-Kamis, serta kewajiban mengganti (qadha) puasa Ramadhan bagi yang belum menunaikannya.

Dari kondisi inilah muncul pertanyaan yang sering diperbincangkan: apakah boleh menggabungkan ketiga jenis puasa tersebut dalam satu hari?

Pertanyaan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek praktis, tetapi juga menyentuh hukum dan keutamaan ibadah. Agar tidak salah langkah, penting untuk memahami pandangan para ulama tentang penggabungan niat dalam puasa serta urutan yang sebaiknya diutamakan.



Keutamaan Puasa Syawal

Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki dasar kuat berdasarkan hadis Nabi Muhammad ﷺ:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Secara umum, para ulama menjelaskan bahwa pahala tersebut berasal dari prinsip kelipatan amal dalam Islam, di mana setiap kebaikan bisa dilipatgandakan hingga sepuluh kali. Dengan demikian, puasa Ramadhan selama 30 hari ditambah enam hari di Syawal setara dengan 360 hari puasa.

Dilansi dari NetralNews berikut alasan Puasa Syawal Sangat Dianjurkan:

  • Menjadi penyempurna ibadah Ramadhan
  • Menunjukkan konsistensi dalam menjalankan ibadah
  • Mendatangkan pahala besar, setara puasa sepanjang tahun

Menurut para ulama, puasa Syawal juga menjadi tanda bahwa amalan Ramadhan diterima, karena seseorang tetap terdorong untuk melanjutkan ibadah setelah bulan suci berakhir.



Keutamaan Puasa Senin-Kamis

Selain puasa Syawal, puasa Senin dan Kamis juga termasuk amalan rutin yang dikerjakan oleh Rasulullah ﷺ.

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Amal-amal diperlihatkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, dan aku senang amalku diperlihatkan dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Dengan demikian, Nabi ﷺ menyukai jika amalnya diangkat ketika beliau sedang berpuasa.

Manfaat Puasa Senin-Kamis:

  • Melatih konsistensi dalam menjalankan ibadah sepanjang tahun
  • Amalan sunnah yang ringan namun mendatangkan pahala besar
  • Kesempatan memperbaiki kualitas amal sehari-hari

Banyak ulama menyatakan bahwa puasa ini termasuk ibadah yang paling mudah dijaga karena dilakukan secara rutin setiap minggu.

Kewajiban Qadha Puasa Ramadhan

Berbeda dengan puasa sunnah sebelumnya, qadha puasa Ramadhan bersifat wajib. Artinya, siapa pun yang meninggalkan puasa karena alasan syar’i seperti sakit, haid, atau bepergian, diwajibkan menggantinya di hari lain.

Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 184:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”



Mengapa Qadha Harus Didahulukan?

Para ulama sepakat bahwa ibadah wajib memiliki prioritas lebih tinggi dibanding ibadah sunnah. Oleh karena itu, qadha puasa Ramadhan sebaiknya segera dilaksanakan sebelum menambah puasa sunnah lainnya.



Hukum Menggabungkan Niat Puasa

Dalam kajian fikih dikenal istilah tasyarik an-niyyah, yaitu menggabungkan dua niat ibadah dalam satu amalan. Lalu bagaimana penerapannya pada puasa?

Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin-Kamis

Mayoritas ulama membolehkan menggabungkan dua puasa sunnah dalam satu hari. Artinya, seseorang bisa berpuasa Syawal yang bertepatan dengan hari Senin atau Kamis sekaligus, sehingga mendapat pahala keduanya.

Karena keduanya bersifat sunnah, tidak ada masalah hukum dalam penggabungan ini. Bahkan, cara ini menjadi solusi praktis bagi yang ingin mengejar banyak keutamaan dalam waktu terbatas.

Menggabungkan Qadha dengan Puasa Senin-Kamis

Para ulama juga membolehkan penggabungan ini, dengan catatan niat utama adalah qadha. Pahala puasa Senin atau Kamis tetap bisa diharapkan sebagai tambahan.

Pendapat ini banyak dianut dalam mazhab Syafi’i, yang cukup dominan di Indonesia.



Menggabungkan Qadha dengan Puasa Syawal

Bagian ini kerap menimbulkan perbedaan pendapat.

  • Pendapat yang Tidak Membolehkan
    Sebagian ulama berpendapat bahwa puasa Syawal hanya sah bagi orang yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan. Jika masih memiliki utang puasa, Ramadhan belum dianggap selesai. Oleh karena itu, qadha sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu, kemudian puasa Syawal dilakukan terpisah agar keutamaannya maksimal.
  • Pendapat yang Membolehkan
    Ada juga ulama yang memperbolehkan menggabungkan niat qadha dan Syawal, dengan niat qadha sebagai utama dan pahala Syawal diharapkan mengikuti. Namun, sebagian ulama menilai pahala Syawal tidak sepenuhnya utuh jika digabung dengan qadha.
  • Pendapat Ulama dan Sikap Terbaik
    Dalam literatur fikih, terutama mazhab Syafi’i, ditegaskan bahwa kewajiban harus didahulukan dalam ibadah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menekankan pentingnya menunaikan ibadah wajib sebelum memperbanyak amalan sunnah.

Rekomendasi Praktis:

  • Memiliki utang puasa – utamakan qadha
  • Ingin puasa Senin-Kamis – boleh digabung dengan qadha
  • Untuk puasa Syawal – lebih utama dilakukan setelah qadha selesai

Dengan cara ini, seseorang tetap memperoleh keutamaan ibadah tanpa mengabaikan kewajiban utama.

Secara ringkas:

  • Puasa Syawal + Senin-Kamis – boleh digabung
  • Qadha + Senin-Kamis – boleh, niat utama qadha
  • Qadha + Syawal – ada perbedaan pendapat, lebih utama dilakukan terpisah

Sikap paling aman adalah mendahulukan qadha sebagai kewajiban, lalu menyempurnakannya dengan puasa sunnah seperti Syawal dan Senin-Kamis. Dengan memahami hal ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah lebih tenang, tepat, dan sesuai tuntunan syariat.



Kesimpulan

Puasa Syawal bisa digabung dengan puasa Senin-Kamis, sementara qadha Ramadhan sebaiknya didahulukan.

Sumber Referensi

https://www.netralnews.com/bolehkah-puasa-syawal-sekaligus-puasa-senin-kamis-dan-qadha-ramadan/Y3hHOWYyakl4STJNQ1k5ajFqSzlaUT09

Tags: Apakah Boleh Puasa Syawal Sekaligus Senin-Kamis dan Qadha Ramadhan?Hukum Menggabungkan Niat PuasaKeutamaan Puasa Senin-Kamiskeutamaan puasa syawalKewajiban Qadha Puasa RamadhanMenggabungkan Puasa Syawal dan Senin-KamisMenggabungkan Qadha dengan Puasa Senin-KamisMenggabungkan Qadha dengan Puasa SyawalPuasa Qadha
Next Post
Kapan Siswa Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran 2026? Simak Tanggalnya

Kapan Siswa Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran 2026? Simak Tanggalnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Kumpulan Ucapan Selamat Lebaran 2026 Lengkap dengan Kata Permintaan Maaf

Kumpulan Ucapan Selamat Lebaran 2026 Lengkap dengan Kata Permintaan Maaf

20 Maret 2026
Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah 2026? Simak Penentuan Tanggal 1 Syawal Berikut

Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah 2026? Simak Penentuan Tanggal 1 Syawal Berikut

19 Maret 2026
Perkiraan Idul Fitri 2026 Berdasarkan NU, Muhammadiyah, BRIN, dan BMKG

Perkiraan Idul Fitri 2026 Berdasarkan NU, Muhammadiyah, BRIN, dan BMKG

17 Maret 2026
Sidang Isbat Lebaran 2026: Catat Tanggal, Tahapan dan Prediksi 1 Syawal 1447 H

Sidang Isbat Lebaran 2026: Catat Tanggal, Tahapan dan Prediksi 1 Syawal 1447 H

18 Maret 2026
Kapan Sidang Isbat Idulfitri 2026? Ini Jadwal Penetapan 1 Syawal 1447 H

Kapan Sidang Isbat Idulfitri 2026? Ini Jadwal Penetapan 1 Syawal 1447 H

19 Maret 2026

EDITOR'S PICK

Cara Cek Daya Tampung SNBT 2026 di Portal SNPMB

Cara Cek Daya Tampung SNBT 2026 di Portal SNPMB

6 Maret 2026
DPMPTSP Sumut Awasi 177 Perusahaan pada 2026

DPMPTSP Sumut Awasi 177 Perusahaan pada 2026

5 Maret 2026
Tabel KUR BRI Februari 2026 : Rekomendasi Pinjaman Rp 50 Juta untuk UMKM

Tabel KUR BRI Februari 2026 : Rekomendasi Pinjaman Rp 50 Juta untuk UMKM

10 Februari 2026
5 Daftar Alat Teknologi Tepat Guna untuk Tingkatkan Hasil Pertanian

5 Daftar Alat Teknologi Tepat Guna untuk Tingkatkan Hasil Pertanian

14 Maret 2026

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • Bansos
  • Beasiswa
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Info
  • Kesehatan
  • KUR
  • Pendidikan
  • PPPK
  • Saldo Dana
  • Tips dan Panduan

Recent Posts

  • Usia Minimal SPMB 2026 untuk SD: Apakah Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Ikut Daftar?
  • Syarat Usia SPMB 2026 Untuk SD: Jika Belum 7 Tahun, Bolehkah Mendaftar?
  • Niat Puasa Syawal Terbaru: Cara, Waktu, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Senin-Kamis?
  • Wajib Tahu! Jadwal Kembali Bekerja PNS dan Pegawai Swasta Usai Libur Lebaran 2026
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.