Medan Aktual – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya dan harus parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (12/3/2026). IHSG tercatat terkoreksi 0,37% atau turun 27,28 poin ke level 7.362,12. Lesunya indeks kali ini dipicu oleh aksi jual bersih (net foreign sell) yang dilakukan investor global pada sejumlah saham blue chip sektor perbankan dan komoditas.
Data perdagangan menunjukkan bahwa saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi sasaran utama aksi ambil untung investor asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp153,6 miliar. Tak ketinggalan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatatkan aliran modal keluar sebesar Rp129,2 miliar, yang semakin menambah tekanan pada indeks sektoral finansial.
Penurunan IHSG tidak hanya dipicu oleh saham bank besar. Mayoritas sektor perdagangan terpantau melemah, di mana sektor infrastruktur, properti, dan konsumer non-primer menjadi pemberat utama. Saham-saham seperti BREN, DSSA, BRMS, VKTR, dan MORA tercatat menjadi laggard atau beban terbesar bagi pergerakan indeks hari ini.
Meskipun secara keseluruhan pasar melemah, terdapat 211 saham yang masih mampu menguat di tengah 461 saham yang terkoreksi. Nilai transaksi harian mencapai Rp13,38 triliun dengan volume perdagangan 26,81 miliar saham. Menariknya, sektor teknologi dan finansial justru tampil anomali dengan mencatatkan penguatan tipis di saat sektor lain berguguran.
Di sisi lain, beberapa saham berkapitalisasi besar masih mampu memberikan perlawanan dan menjadi penggerak positif bagi IHSG. Nama-nama seperti DCII, BBCA, BMRI, BYAN, dan SMMA muncul sebagai penopang sehingga indeks tidak merosot lebih dalam lagi. Namun, penurunan kapitalisasi pasar menjadi Rp13.150 triliun mencerminkan adanya kekhawatiran jangka pendek di kalangan pelaku pasar.
Bagi investor domestik, fenomena net foreign sell ini perlu diwaspadai sebagai sinyal sentimen global yang mungkin sedang bergeser. Evaluasi kembali komposisi portofolio Anda, terutama pada saham-saham energi seperti MEDC dan INCO yang juga mulai dilepas oleh investor asing pada periode perdagangan kali ini










