Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan tradisi yang selalu dinanti, salah satunya adalah takbiran. Takbiran merupakan seruan “Allahu Akbar” yang dilafalkan sebagai bentuk pujian dan pengagungan kepada Allah, dilakukan pada malam Idul Fitri.
Dilansir dari laman nu.or.id, Ada sejumlah kesunnahan yang dianjurkan untuk diamalkan pada momen ini, salah satunya adalah memperbanyak membaca takbir. Dasar anjuran ini adalah firman Allah swt berikut,
وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
Artinya, “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Babqarah [2]: 185).
Anjuran membaca takbir Idul Fitri dimulai sejak masuk malam 1 Syawwal sampai imam shalat Id sudah takbiratul ihram bagi yang berjamaah, atau sampai seseorang takbir shalat Id bagi yang tidak berjamaah. Pendapat lain mengatakan batas akhir pembacaan takbir sampai waktu dianjurkannya shalat Id.
Bacaan Takbiran
Takbiran merupakan bagian penting dari perayaan Idul Fitri. Berikut adalah bacaan arab, latin dan terjemahannya.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”
Makna Lebaran Bagi Umat Muslim
Lebaran atau Idul Fitri merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perayaan ini menandai berakhirnya bulan Ramadan, di mana umat Muslim menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh. Secara spiritual, Lebaran menjadi saat untuk merayakan keberhasilan menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
Selain itu, Lebaran juga memiliki makna sosial yang besar. Pada hari ini, umat Muslim saling memaafkan dengan ucapan “mohon maaf lahir dan batin”. Tradisi ini membantu membersihkan hati dari dendam atau kesalahan yang terjadi selama setahun terakhir, memperkuat hubungan antar keluarga, kerabat, dan tetangga.
Lebaran juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga, bertemu sanak saudara, dan menjalin silaturahmi yang mungkin sempat terputus. Banyak keluarga memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi kebahagiaan, memberikan hadiah, atau berbagi bantuan kepada yang membutuhkan.
Dengan demikian, Lebaran bukan sekadar hari libur atau perayaan semata, tetapi simbol kemenangan spiritual setelah menjalani puasa, ajang mempererat silaturahmi, dan waktu untuk memperbarui diri dengan semangat kebaikan. Perayaan ini mengajarkan umat Muslim untuk bersyukur, saling memaafkan, dan menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama.
Sumber referensi
https://www.nu.or.id/nasional/bacaan-takbiran-idul-fitri-arab-latin-dan-artinya-Zjrip










