Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan pesan penting kepada masyarakat agar mematikan kompor bila sudah selesai memasak. Hal ini juga merupakan bentuk penggunaan energi secara bijak, terutama liquefied petroleum gas (LPG).
Menurut Bahlil, Hal ini merupakan sebuah bentuk upaya langkah penghematan di tengah ancaman krisis energi akibat disrupsi rantai pasok imbas perang di Timur Tengah.
Matikan kompor jika sudah matang
Secara spesifik, Bahlil memberikan sebuah contoh yang terlihat sederhana namun berdampak besar dalam penggunaan LPG di rumah tangga.
“Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah matang, jangan kompornya dibiarkan menyala boros.”
“Kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi secara bijaksana,” tuturnya.
Ia meminta masyarakat lebih disiplin dalam mengonsumsi gas melon maupun nonsubsidi.
Bahlil menjelaskan, alasan di balik ajakan berhemat ini adalah karena Indonesia masih bergantung pada impor untuk beberapa jenis energi.
Kondisi Geopolitik global Berpotensi Mempengaruhi Pasokan Energi
Dalam kesempatan itu juga, Bahlil mengingatkan bahwa saat ini kondisi geopolitik global yang tidak menentu berpotensi memengaruhi pasokan energi, oleh karenanya perlu ada langkah antisipasi.
Bahlil juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan tidak melakukan pemborosan. Ia juga meminta masyarakat menghindari panic buying serta menggunakan BBM sesuai kebutuhan.
“Kita harus menyadari bahwa kondisi geopolitik ini tidak ada satu orang pun yang dapat meramalkan. Betul. Bahkan dalam berbagai analisa itu rasanya sih kita berdoa agar bisa selesai perang dengan baik, cepat. Tapi kalau kita melihat dengan yang ada ya ini kita berusaha untuk tidak terlalu panjang,” jelasnya.
Bahlil ingatkan Jangan ada Penimbunan Energi
Selain itu, Bahlil mengingatkan agar tidak ada praktik penimbunan energi oleh oknum tertentu. Menurutnya, tindakan tersebut dapat merugikan masyarakat luas, terutama di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga ketahanan energi. Karena itu, diperlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, agar pasokan energi tetap terjaga dan tidak membebani negara.
Di sisi lain, ia memastikan harga BBM dan energi lainnya masih stabil dan belum mengalami kenaikan. Pemerintah juga terus mencari solusi agar subsidi energi tetap tepat sasaran tanpa memberatkan masyarakat. “Kalau rakyat tidak bisa memakai ini dengan bijak, ya berarti kan tidak saling mendukung. Jadi kami saling berdukung dengan rakyat,” ujar Bahlil.










