Strategi High Shareholding Concentration (HSC) mulai berlaku 2 April 2026 untuk mengungkap konsentrasi kepemilikan saham tanpa terkait sanksi.
Bursa Efek Indonesia (BEI) kini mulai memberlakukan pengumuman terkait high shareholding concentration (HSC) sebagai langkah untuk meningkatkan transparansi di pasar modal.
Kebijakan ini sudah berlaku setelah penutupan perdagangan Kamis, 2 April 2026. dan dapat diakses publik lewat situs resmi BEI.
HSC menggambarkan kondisi ketika kepemilikan saham suatu perusahaan hanya dikuasai oleh segelintir pihak, sehingga jumlah saham yang beredar di publik jadi relatif terbatas.
Informasi ini kemudian diumumkan oleh BEI sebagai bentuk keterbukaan, agar investor bisa lebih memahami struktur kepemilikan sebelum mengambil keputusan investasi.
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan bahwa HSC adalah informasi tambahan bagi investor terkait kondisi kepemilikan saham suatu emiten yang terkonsentrasi pada pihak tertentu.
“Pengumuman high shareholding concentration ini adalah pengumuman kepada publik di mana terdapat kepemilikan saham suatu perusahaan tercatat yang terkonsentrasi pada sejumlah tertentu pemegang saham,” kata Jeffrey di Main Hall BEI, Jakarta pada Kamis, 2 April 2026.
Baginya, langkah ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih jelas kepada investor sebelum mengambil keputusan investasi di pasar saham.
“Pengumuman ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi kepada investor dalam mengambil keputusan investasi,” ujar dia.
Jeffrey mengatakan bahwa pengumuman HSC tidak ada berkaitan dengan pelanggaran atau sanksi di pasar modal. Informasi ini murni bersifat keterbukaan data supaya investor lebih paham tentang struktur kepemilikan saham.
“Tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran apa pun atau pelanggaran tertentu di bidang pasar modal,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, BEI telah bekerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk menentukan saham yang masuk kategori HSC melalui metodologi khusus yang telah ditetapkan.
Setelah proses penilaian selesai, pengumuman akan dipublikasikan secara terbuka melalui website BEI.
Jeffrey juga memastikan bahwa perdagangan saham yang masuk dalam kategori HSC tetap berjalan normal tanpa adanya pembatasan.
“Pengumuman pertama akan kami lakukan hari ini setelah nanti pasar tutup,” ujar dia.
Setelah diumumkan, perusahaan tercatat bisa melakukan evaluasi dan langkah perbaikan secara mandiri untuk meningkatkan penyebaran kepemilikan saham.
Jika kondisi sudah kembali normal dan tidak lagi terkonsentrasi , BEI bersama KSEI akan mengumumkan penutupan status HSC tersebut.
Kesimpulan
BEI mulai menerapkan pengumuman High Shareholding Concentration (HSC) per 2 April 2026 sebagai langkah meningkatkan transparansi pasar. Informasi ini hanya bertujuan memberi gambaran kepada investor soal kepemilikan saham yang terkonsentrasi, bukan terkait pelanggaran atau sanksi, dan tidak memengaruhi aktivitas perdagangan saham yang tetap berjalan normal.


Komentar