Pencarian informasi terkait bantuan sosial (bansos) Rp900 ribu kembali meningkat pada tahun 2026. Banyak masyarakat ingin mengetahui apakah program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) akan kembali dicairkan oleh pemerintah tahun ini.
Namun hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan kelanjutan penyaluran BLT Kesra Rp900 ribu tersebut. Program itu sebelumnya disiapkan sebagai stimulus ekonomi menjelang akhir tahun.
dilansir dari Kompas, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pembahasan mengenai BLT Kesra 2026 masih belum diputuskan karena program tersebut sebelumnya difokuskan sebagai bantuan stimulus pada akhir tahun 2025.
Meski belum ada kepastian mengenai bansos Rp900 ribu, masyarakat tetap dapat mengecek status penerima bantuan sosial reguler pemerintah secara online menggunakan NIK KTP melalui situs resmi Kemensos maupun aplikasi Cek Bansos.
Cara Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP
Masyarakat dapat melakukan pengecekan status penerima bansos dengan mudah melalui HP. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang muncul di layar
- Jika kode kurang jelas, tekan tombol refresh untuk mendapatkan kode baru
- Klik tombol “Cari Data”
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian penerima bansos
Apabila terdaftar, sistem akan menampilkan informasi bantuan sosial yang diterima berdasarkan data terbaru pemerintah.
Penyaluran Bansos 2026
Pada tahun 2026, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyaluran bantuan sosial.
Melalui DTSEN, masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok desil berdasarkan kondisi ekonomi dan sosial. Penilaian dilakukan dari berbagai aspek seperti:
- Tingkat penghasilan
- Kondisi tempat tinggal
- Pendidikan keluarga
- Jenis pekerjaan
- Kepemilikan aset
- Kondisi sosial ekonomi lainnya
Kelompok desil 1 hingga desil 4 atau sekitar 40 persen masyarakat dengan kondisi ekonomi terbawah menjadi prioritas penerima bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Rincian Besaran Bansos PKH 2026
Program Keluarga Harapan (PKH) disalurkan setiap tiga bulan dengan nominal berbeda sesuai kategori penerima. Berikut rinciannya:
- Ibu hamil atau nifas: Rp750 ribu
- Anak usia dini 0–6 tahun: Rp750 ribu
- Siswa SD sederajat: Rp225 ribu
- Siswa SMP sederajat: Rp375 ribu
- Siswa SMA sederajat: Rp500 ribu
- Lansia: Rp600 ribu
- Penyandang disabilitas berat: Rp600 ribu
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2,7 juta
Nominal BPNT 2026
Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan ini diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan atau Rp600 ribu setiap tiga bulan. Penyaluran bantuan dilakukan melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun mekanisme yang ditetapkan pemerintah daerah.
Data Bansos Bisa Diperbarui
Kementerian Sosial menjelaskan bahwa data DTSEN bersifat dinamis. Artinya, masyarakat masih dapat melakukan pembaruan data apabila terjadi perubahan kondisi ekonomi keluarga.
Pembaruan data bisa dilakukan melalui:
- Kantor desa atau kelurahan
- Dinas Sosial setempat
- Aplikasi Cek Bansos
Langkah ini penting agar data penerima bantuan tetap sesuai dengan kondisi terbaru masyarakat.
Kesimpulan
Hingga saat ini pemerintah belum memastikan kelanjutan BLT Kesra Rp900 ribu pada 2026. Meski begitu, masyarakat tetap bisa mengecek status penerima bansos reguler seperti PKH dan BPNT secara online menggunakan NIK KTP melalui situs maupun aplikasi resmi Kemensos.


Komentar