BMKG Buka Suara soal Isu El Nino “Godzilla” yang Disebut Akan Masuk Indonesia
BMKG akhirnya memberikan klarifikasi terkait kabar tentang fenomena El Nino “Godzilla” yang disebut-sebut akan segera berdampak ke Indonesia. Istilah tersebut ramai diperbincangkan karena dikaitkan dengan potensi cuaca panas ekstrem dan musim kemarau panjang.
Dilansir dari health.detik.com, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan bahwa istilah “Godzilla” bukanlah istilah ilmiah dalam dunia klimatologi. Dalam klasifikasi resmi, El Nino hanya dibagi menjadi tiga kategori, yaitu lemah, moderat, dan kuat.
Menurut BMKG, prediksi saat ini menunjukkan peluang sekitar 50–60 persen terjadinya El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua tahun ini.
Benarkah El Nino “Godzilla” Akan Terjadi?
Sebelumnya, isu tentang El Nino Godzilla mencuat setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan potensi kombinasi fenomena El Nino dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Kombinasi ini berpotensi menyebabkan:
- Musim kemarau lebih panjang
- Curah hujan menurun drastis
- Cuaca lebih panas dari biasanya
Fenomena ini terjadi karena awan hujan lebih banyak bergerak ke wilayah Samudra Pasifik, sehingga Indonesia mengalami kondisi kering.
Apa Itu El Nino dan Dampaknya bagi Indonesia?
El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Dampaknya cukup signifikan bagi Indonesia, terutama dalam hal:
- Penurunan curah hujan
- Kemarau lebih panjang dan kering
- Peningkatan risiko kekeringan dan kebakaran hutan
Istilah “Godzilla” sendiri sebenarnya hanya digunakan secara informal untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat, bukan istilah resmi ilmiah.
Asal Usul Istilah El Nino “Godzilla”
Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan NASA, Bill Patzert, pada tahun 2015. Saat itu, ia menggunakan kata “Godzilla” untuk menggambarkan kekuatan El Nino yang luar biasa besar.
Fenomena tersebut bahkan disebut sebagai salah satu El Nino terkuat sejak pencatatan dimulai pada tahun 1950.
Prediksi BMKG: Cuaca Indonesia 2026
Berdasarkan data BMKG, kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral dengan indeks ENSO sekitar -0,28 dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan tahun.
Namun, masyarakat tetap perlu waspada karena:
- Peluang El Nino meningkat di semester kedua
- Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dari normal di sebagian besar wilayah Indonesia
- Sekitar 57,2% wilayah Indonesia akan mengalami kemarau lebih panjang
Sebagian besar wilayah akan mengalami kondisi kemarau bawah normal, sementara hanya sebagian kecil daerah yang berpotensi mengalami kemarau lebih basah.
Kesimpulan
Meskipun istilah El Nino “Godzilla” terdengar mengkhawatirkan, BMKG menegaskan bahwa istilah tersebut tidak resmi. Namun demikian, potensi El Nino lemah hingga moderat tetap perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada cuaca Indonesia, terutama dalam bentuk kemarau panjang dan kondisi lebih kering.
Sumber
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8417113/bmkg-buka-suara-soal-el-nino-godzilla-disebut-otw-ri?page=2










