Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menilai kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang disampaikan pemerintah pusat tidak terlepas dari situasi geopolitik global yang memengaruhi distribusi energi dunia.
Menurut Bobby, kondisi tersebut berkaitan dengan situasi di jalur pelayaran internasional yang menjadi salah satu jalur penting distribusi minyak dunia.
“Ya, kemarin kan sudah disampaikan ya, kita sama-sama tahu dampaknya itu karena ada Selat Hormuz yang bagian dari otoritas dari Iran, itu agak sulit sekarang negara-negara bisa menghasilkan ataupun BBM itu melintas lewat ke sana,” ungkapnya saat di wawancara di stasiun KAI Medan, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan kondisi tersebut berdampak pada proses pengiriman BBM, termasuk kapal yang membawa pasokan energi milik Indonesia.
“Ada kapal Pertamina ada yang sudah lewat, ada juga yang masih di sana,” ujarnya.
Meski demikian, Bobby menyatakan pemerintah pusat diyakini telah menyiapkan langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Nah, kita yakini pemerintah pasti punya solusi, pemerintah pusat pasti punya solusi. Bapak Presiden orang yang punya seribu solusi kami rasa, dan pasti memahami walaupun harus ada penghematan di sisi pemerintah,” pungkasnya.










