Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara menjajaki kerja sama pengembangan kompetensi ASN dengan Singapura sebagai upaya meningkatkan kualitas aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, Senin (11/5/2026).
Langkah tersebut dilakukan karena Singapura dinilai memiliki sistem pengembangan ASN terbaik di kawasan Asia Tenggara. Pemprov Sumut ingin mempelajari pola pembelajaran, pengelolaan SDM, hingga strategi peningkatan kapasitas pegawai yang diterapkan negara tersebut.
Kepala BPSDM Sumut, Agustinus, mengatakan pengembangan ASN tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan rutin, tetapi juga membutuhkan pembelajaran dari daerah maupun negara yang dinilai berhasil membangun birokrasi modern.
Menurutnya, peningkatan kualitas ASN harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan publik di Sumut semakin baik dan profesional.
“Saat ini Singapura berada di posisi pertama dalam indeks performa ASN terbaik di Asia Tenggara, sedangkan Indonesia berada di posisi kedua. Karena itu kita ingin belajar bagaimana mereka membangun sistem pembelajaran dan pengembangan ASN yang efektif,” ujar Kepala BPSDM Sumut Agustinus.
Ia mengatakan, penjajakan kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang transfer pengetahuan bagi ASN di Sumut.
“Kita ingin ASN di Sumatera Utara memiliki kemampuan yang semakin kompetitif, profesional, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, terutama di era digital saat ini,” katanya.
Selain itu, Agustinus menilai kerja sama lintas negara penting untuk memperluas wawasan birokrasi daerah dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih modern.
“Kalau kita ingin maju, maka kita juga harus belajar dari pihak yang sudah lebih dulu berhasil. Itu menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas pelayanan publik di Sumatera Utara,” tegasnya.


Komentar