Bansos Info
Beranda / Info / Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Apakah Masih Berhak Menerima Bantuan

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Apakah Masih Berhak Menerima Bantuan

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Apakah Masih Berhak Menerima Bantuan
Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Apakah Masih Berhak Menerima Bantuan

Mulai tahun 2026, pemerintah resmi menerapkan sistem baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).

Jika sebelumnya penentuan penerima berdasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kini seluruh program bansos menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama.

Perubahan ini bertujuan agar penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran karena data yang digunakan terus diperbarui sesuai kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Akibat perubahan tersebut, banyak warga mulai bertanya apakah mereka masih berhak menerima bansos pada 2026.



DTSEN Resmi Menjadi Dasar Penyaluran Bansos 2026

Pemerintah mulai menggunakan DTSEN sebagai acuan dalam menentukan penerima berbagai program bantuan sosial pada tahun 2026.

Sistem ini menggantikan DTKS yang selama ini menjadi rujukan utama penyaluran bantuan.

Melalui DTSEN, pemerintah dapat memetakan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih rinci sehingga bantuan diharapkan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.



Apa Itu Desil dalam DTSEN?

Desil merupakan sistem klasifikasi masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10.

Berdasarkan pada Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026 yang diterbitkan Tim Kantor Staf Presiden, sistem desil digunakan pemerintah untuk menentukan prioritas penerima berbagai program bantuan.

Semakin rendah angka desil seseorang, semakin tinggi prioritasnya untuk memperoleh bantuan sosial.



Urutan Desil dalam DTSEN

Berikut pembagian desil berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

  • Desil 1 (Sangat Miskin)
    Kelompok ini merupakan 10 persen masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah. Mereka menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan sosial karena mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
  • Desil 2 (Miskin)
    Desil 2 mencakup masyarakat yang berada pada lapisan 10 hingga 20 persen terbawah. Kelompok ini masih sangat rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan umumnya belum memiliki ketahanan ekonomi yang memadai.
  • Desil 3 (Hampir Miskin)
    Rumah tangga pada kelompok ini belum tergolong miskin ekstrem, tetapi berisiko tinggi mengalami kemiskinan apabila terjadi penurunan pendapatan, kehilangan pekerjaan, atau kondisi ekonomi memburuk.
  • Desil 4 (Rentan Miskin)
    Kelompok ini memiliki kondisi ekonomi yang relatif lebih baik dibanding desil sebelumnya, namun masih rentan menghadapi kesulitan keuangan ketika terjadi keadaan darurat seperti sakit, bencana, atau kehilangan mata pencaharian.
  • Desil 5 (Pas-pasan)
    Desil 5 berada di batas antara kelompok rentan dan masyarakat menengah. Sebagian besar memiliki penghasilan tetap, tetapi belum memiliki ketahanan ekonomi yang kuat.
  • Desil 6 hingga Desil 10 (Kelompok Menengah ke Atas)
    Masyarakat yang masuk desil 6 sampai desil 10 umumnya memiliki kondisi ekonomi lebih baik sehingga tidak menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan sosial pemerintah.




Desil Berapa yang Berhak Mendapat Bansos 2026?

Meski sistem desil menjadi dasar penentuan penerima bansos, tidak semua masyarakat yang berada pada desil rendah otomatis memperoleh bantuan. Pemerintah tetap mempertimbangkan kuota program, hasil verifikasi, dan validitas data dalam DTSEN.
Berikut kelompok desil yang menjadi sasaran beberapa program bantuan sosial pada tahun 2026.

Program Keluarga Harapan (PKH)

Program Keluarga Harapan diprioritaskan bagi keluarga yang berada pada desil 1 hingga desil 4.
Kuota penerima diperkirakan mencapai sekitar 10 juta keluarga, namun prioritas tetap diberikan kepada masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bansos Sembako

Program BPNT menyasar masyarakat yang berada pada desil 1 sampai desil 5.
Target penerimanya mencapai sekitar 18,2 juta keluarga, dengan prioritas utama bagi kelompok ekonomi terbawah.

PBI JKN atau BPJS Kesehatan Gratis

Program bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional diprioritaskan bagi masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 5.
Jumlah penerima mencapai sekitar 96,8 juta jiwa, tetapi tetap melalui proses seleksi berdasarkan data terbaru dalam DTSEN.



Mengapa Tidak Semua Desil 1-5 Mendapat Bantuan?

Masuk dalam kelompok desil rendah bukan berarti otomatis menjadi penerima bansos.

Pemerintah tetap melakukan proses verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Selain itu, setiap program memiliki kuota yang terbatas sehingga tidak seluruh keluarga dalam desil 1 hingga 5 dapat menerima bantuan secara bersamaan.

Penggunaan rentang desil yang cukup luas juga bertujuan mengurangi kesalahan data, baik masyarakat yang seharusnya menerima tetapi belum terdaftar maupun yang sebenarnya sudah mampu tetapi masih tercatat sebagai penerima.

Ke depan, pemerintah berencana mempersempit sasaran bantuan secara bertahap, misalnya:

  • PKH difokuskan pada desil 1.
  • BPNT diprioritaskan bagi desil 1 dan 2.
  • PBI JKN lebih diarahkan kepada masyarakat desil 1 hingga 4.




Cara Cek Status Desil DTSEN dan Penerima Bansos 2026

Masyarakat dapat mengetahui apakah namanya terdaftar sebagai penerima bansos sekaligus melihat status desil melalui layanan resmi Kementerian Sosial.

Cara Cek Desil Melalui Website Cek Bansos

Ikuti langkah berikut:

  1. Buka situs cekbansos.kemensos.go.id.
  2. Masukkan NIK lengkap sesuai KTP.
  3. Isi kode captcha yang muncul.
  4. Klik tombol Cari Data.
  5. Sistem akan menampilkan status penerima bantuan beserta informasi desil apabila data ditemukan.

Cara Cek Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos

Selain melalui website, pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi resmi Cek Bansos. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Login ke aplikasi Cek Bansos.
  2. Pilih menu Cek Bansos.
  3. Masukkan data Nomor Induk Kependudukan lengkap sesuai identitas.
  4. Tunggu hingga sistem menampilkan informasi status penerima bantuan beserta posisi desil.

Apabila data desil dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini, masyarakat dapat mengajukan usulan atau sanggahan melalui aplikasi Cek Bansos maupun pemerintah daerah setempat.

Data tersebut nantinya akan diverifikasi dan diperbarui pada proses pemutakhiran DTSEN berikutnya.



Kesimpulan

Mulai 2026, penyaluran bantuan sosial menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pengganti DTKS.

Dalam sistem ini, status desil menjadi salah satu indikator utama untuk menentukan prioritas penerima berbagai program bansos seperti PKH, BPNT, dan PBI JKN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan