Beberapa tahun terakhir, profesi barista makin sering dilirik. Bukan cuma karena tren coffee shop yang terus bermunculan, tapi juga karena banyak orang mulai melihat pekerjaan ini sebagai sesuatu yang menarik. Bekerja di balik bar, menyeduh kopi, berinteraksi dengan pelanggan, lalu melihat orang menikmati minuman yang kita buat, ada kepuasan tersendiri di situ.
Banyak orang awalnya hanya penikmat kopi. Nongkrong di kafe, mencoba berbagai menu, lalu lama-lama muncul rasa penasaran. Sebenarnya bagaimana cara membuat kopi seenak itu? Dari situ biasanya keinginan belajar jadi barista mulai muncul.
Kabar baiknya, untuk menjadi barista kamu tidak harus langsung punya pengalaman panjang di coffee shop. Semua orang bisa memulai dari nol, asalkan mau belajar dan terus berlatih.
1. Kenali Dunia Kopi Lebih Dulu
Langkah pertama sebelum menjadi barista adalah mengenal kopi itu sendiri. Banyak orang mengira tugas barista hanya menekan tombol mesin espresso, padahal sebenarnya lebih dari itu.
Seorang barista biasanya perlu memahami beberapa hal dasar, seperti:
- jenis biji kopi
- perbedaan arabika dan robusta
- tingkat roasting kopi
- karakter rasa kopi
Misalnya, kopi arabika biasanya punya rasa yang lebih ringan dan kompleks. Sementara robusta cenderung lebih kuat dan pahit. Pengetahuan sederhana seperti ini akan membantu kamu memahami kenapa setiap kopi punya rasa yang berbeda.
2. Pelajari Dasar-dasar Brewing
Brewing adalah proses menyeduh kopi. Di dunia barista, ada banyak metode yang digunakan untuk membuat kopi.
Beberapa metode yang cukup populer antara lain:
- Espresso: kopi yang dibuat dengan tekanan mesin espresso
- Pour over: metode manual seperti V60
- French press: cara seduh yang sederhana tetapi menghasilkan rasa kuat
- Aeropress: metode manual yang cukup fleksibel
Bagi pemula, tidak perlu langsung menguasai semuanya sekaligus. Cukup mulai dari satu atau dua metode terlebih dahulu. Seiring waktu, kemampuanmu akan berkembang.
3. Belajar Menggunakan Mesin Espresso
Mesin espresso adalah alat utama di sebagian besar coffee shop. Dari mesin ini biasanya dibuat berbagai minuman seperti cappuccino, latte, dan americano.
Namun menggunakan mesin espresso tidak semudah kelihatannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, misalnya:
- ukuran gilingan kopi
- jumlah bubuk kopi
- waktu ekstraksi
- tekanan mesin
Sedikit perubahan pada salah satu faktor itu bisa memengaruhi rasa kopi. Karena itu, barista biasanya perlu latihan berkali-kali sampai menemukan hasil yang pas.
4. Kenali Menu Kopi yang Umum di Coffee Shop
Seorang barista juga perlu tahu berbagai jenis minuman kopi yang biasa ada di menu.
Beberapa minuman yang paling umum antara lain:
- Espresso
- Americano
- Cappuccino
- Latte
- Flat White
- Mochaccino
Perbedaannya biasanya terletak pada komposisi espresso, susu, dan foam. Dengan memahami menu-menu ini, kamu akan lebih siap jika suatu saat bekerja di coffee shop.
5. Latihan Latte Art (Opsional tapi Menarik)
Kalau kamu sering melihat kopi dengan gambar hati atau daun di atasnya, itu disebut latte art.
Latte art sebenarnya bukan kewajiban bagi barista pemula. Namun kemampuan ini sering dianggap sebagai nilai tambah. Selain membuat minuman terlihat menarik, latte art juga menunjukkan bahwa barista punya kontrol yang baik saat menuang susu.
Belajar latte art biasanya membutuhkan waktu dan latihan. Awalnya mungkin hanya menghasilkan bentuk sederhana, tapi lama-lama bisa berkembang menjadi lebih rapi.
6. Ikut Kursus atau Belajar dari Barista Berpengalaman
Kalau ingin belajar lebih cepat, mengikuti kursus barista bisa menjadi pilihan. Di kelas seperti ini biasanya kamu akan belajar langsung dari trainer yang sudah berpengalaman.
Materi yang diajarkan biasanya mencakup:
- teori kopi
- teknik brewing
- penggunaan mesin espresso
- praktik membuat berbagai menu kopi
Selain itu, kamu juga bisa belajar dengan cara sederhana, misalnya mengamati barista di coffee shop atau menonton tutorial dari praktisi kopi.
7. Latihan dan Terus Mencoba
Menjadi barista bukan sesuatu yang bisa dikuasai dalam satu atau dua hari. Sebagian besar kemampuan datang dari pengalaman dan latihan.
Banyak barista profesional yang awalnya juga belajar dari kesalahan. Kadang kopi terlalu pahit, kadang terlalu encer. Itu hal yang wajar.
Semakin sering mencoba, kamu akan semakin paham bagaimana cara mendapatkan rasa kopi yang seimbang.
Kesimpulan
Menjadi barista untuk pemula sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kamu hanya perlu memulai dari hal-hal dasar seperti mengenal kopi, mempelajari teknik brewing, dan memahami cara menggunakan mesin espresso.
Setelah itu, langkah berikutnya adalah terus berlatih dan memperluas pengetahuan tentang dunia kopi. Kamu bisa belajar melalui kursus, pengalaman kerja di coffee shop, atau bahkan latihan sendiri di rumah.










