Masyarakat kini dapat mengecek status penerima bantuan sosial (bansos) seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk periode April–Juni 2026 melalui situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Pengecekan dapat dilakukan secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP melalui laman cekbansos.kemensos.go.id.
Proses pencairan bansos tahap April–Juni menjadi perhatian masyarakat, khususnya penerima BPNT dan PKH.
Cara Cek Bansos BPNT dan PKH Lewat HP
- Akses situs cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP
- Isi kode captcha yang muncul
- Jika tidak jelas, klik refresh captcha
- Klik tombol “Cari Data”
Setelah itu, sistem akan menampilkan status penerima bantuan sesuai data yang terdaftar.
Data Penerima Berdasarkan DTSEN
Kementerian Sosial menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam penentuan penerima bansos.
Masyarakat dikelompokkan dalam 10 desil berdasarkan kondisi sosial ekonomi, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, penggunaan listrik, dan aset yang dimiliki.
Desil 1 merupakan kelompok paling rentan secara ekonomi, sedangkan desil 10 adalah kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Penerima PKH dan BPNT umumnya berasal dari desil 1 hingga 4, sedangkan desil 5 masih berpotensi masuk dalam program PBI-JK.
Status desil dapat berubah sesuai kondisi ekonomi dan bisa diperbarui melalui desa, kelurahan, dinas sosial, atau aplikasi cek bansos.
Besaran Bantuan PKH 2026
- Ibu hamil/nifas: Rp750.000
- Anak usia 0–6 tahun: Rp750.000
- Siswa SD/sederajat: Rp225.000
- Siswa SMP/sederajat: Rp375.000
- Siswa SMA/sederajat: Rp500.000
- Lansia: Rp600.000
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000
Besaran Bantuan BPNT 2026
Bantuan BPNT diberikan sebesar Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 setiap tiga bulan sekali.


Komentar