Aksi pencurian pagar rumah di Medan dilakukan dengan cara yang terbilang sederhana namun efektif. Dua orang pelaku nekat mengangkat pagar secara manual tanpa menggunakan alat bantu, memanfaatkan situasi lingkungan yang sepi pada dini hari.
Saksi di lokasi, Kiki Nanda Setiawan, mengungkapkan bahwa pelaku berjumlah dua orang dan beraksi secara cepat tanpa menarik perhatian warga sekitar.
Ia menjelaskan bahwa jumlah pelaku diketahui dari rekaman yang beredar.
“Dua. Dua orang,” ujarnya singkat saat menjelaskan jumlah pelaku, Selasa (31/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pelaku tidak menggunakan alat bantu apa pun saat melakukan aksinya.
Menurutnya, pagar tersebut cukup ringan untuk diangkat secara langsung.
“Ya gimana, Bang, ya? Kayak cuma diangkat gitu saja sih, Bang. Karena kan gampang juga ngangkatnya itu,” katanya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa pelaku tidak menggunakan kendaraan seperti becak atau alat angkut lainnya.
Ia menyebut pagar tersebut dibawa dengan cara digotong.
“Enggak, dia nggak pakai apa-apa, digotong biasa saja,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun warga yang menyadari aksi tersebut karena waktu kejadian yang sangat dini.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang sepi menjadi faktor utama keberhasilan pelaku.
“Enggak ada, Bang. Posisi jam-jam empat pagi, nggak ada orang. Ya inilah Bang, kita juga lagi tidur kan,” jelasnya.
Hingga saat ini, kejadian tersebut belum dilaporkan secara resmi ke pihak berwajib karena saksi masih menunggu tindakan dari pemilik rumah.
“Belum. Belum ada lapor. Karena juga kita bukan yang punya rumah, jadi tunggu sajalah yang punya rumah yang gerak,” pungkasnya.










