Pemerintah Indonesia resmi mengurangi jadwal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari dalam seminggu. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperkirakan mampu menghemat hingga Rp 20 triliun.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan penggunaan anggaran negara berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Jadwal Program MBG Disesuaikan dengan Hari Sekolah
Dilansir dari detik.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa perubahan jadwal MBG hanya berlaku pada hari aktif sekolah. Program ini kini disesuaikan dengan sistem pembelajaran di masing-masing sekolah.
Dengan penyesuaian ini, pemerintah berharap pelaksanaan program tetap optimal tanpa mengurangi manfaat bagi para siswa penerima.
MBG Tetap Fokus pada Daerah Prioritas
Meski jadwal dipangkas, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap menyasar wilayah yang membutuhkan, terutama:
- Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)
- Wilayah dengan angka stunting tinggi
Fokus ini bertujuan agar bantuan gizi tetap tepat sasaran, khususnya bagi anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan nutrisi untuk tumbuh kembang yang optimal.
Distribusi MBG Mengikuti Sistem Sekolah
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebutkan bahwa distribusi MBG akan mengikuti jadwal sekolah masing-masing, yaitu:
- Sekolah 5 hari belajar menerima MBG selama 5 hari
- Sekolah 6 hari belajar tetap mendapatkan MBG selama 6 hari
Karena sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan sistem lima hari belajar, kebijakan ini dinilai lebih efisien dan relevan secara nasional.
Kebijakan WFH ASN untuk Efisiensi Operasional
Selain penyesuaian MBG, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN selama satu hari dalam seminggu, dimulai 1 April, khususnya setiap hari Jumat.
Kebijakan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan efisiensi kinerja aparatur sipil negara
- Mendorong transformasi digital layanan publik
- Mengurangi biaya operasional instansi pemerintah
Dukungan Publik Jadi Kunci Keberhasilan Program MBG
Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis dan kebijakan efisiensi APBN sangat bergantung pada dukungan masyarakat serta pelaku usaha.
Kolaborasi semua pihak diharapkan dapat mempercepat implementasi program sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi Indonesia ke depan.
Kesimpulan
Pemerintah mengurangi jadwal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi 5 hari sebagai bagian dari strategi efisiensi APBN tanpa mengurangi fokus utama program. Kebijakan ini tetap memastikan penyaluran gizi tepat sasaran, terutama di daerah 3T dan wilayah dengan angka stunting tinggi. Dengan dukungan masyarakat, program ini diharapkan berjalan lebih efektif dan membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Sumber
https://news.detik.com/berita/d-8424020/pemerintah-putuskan-mbg-jadi-5-hari-imbas-efisiensi-negara-hemat-rp-20-t

