Kasus pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Agenda kembali terjadi dan menimbulkan keresahan, setelah diketahui bahwa peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut, Senin (13/4/2026).
Korban, Ahmad Raihan Sofyan, mengungkapkan bahwa kejadian yang menimpanya merupakan insiden keempat di lokasi rumah kos tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan lingkungan sekitar.
Ia menjelaskan bahwa pencurian terjadi pada dini hari saat kondisi di Jalan Agenda dalam keadaan sepi, bahkan tanpa adanya suara mencurigakan yang bisa membangunkan penghuni kos.
“Nggak ada menyadari Bang, nggak ada mendengar suara sama sekali. Ibaratnya mereka macam memiliki kunci dari sinilah kalau dibilang,” ujarnya.
Situasi yang sepi serta minimnya pengawasan menjadi faktor yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk beraksi dengan leluasa. Bahkan, penjaga malam disebut baru menyadari kejadian setelah pelaku berhasil melarikan diri.
“Ada juga penjaga malamnya, cuma mereka nampak pas pelaku sudah lari aja. Mau dikejar nggak dapat,” katanya.
Selain itu, korban menilai pelaku cukup profesional karena tidak meninggalkan jejak identitas yang jelas, seperti nomor kendaraan maupun wajah.
“Ciri-cirinya nggak kelihatan Bang, mereka pakai helm. BK motornya juga nggak ada,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa meski lokasi terlihat seperti area ramai dengan banyak kendaraan terparkir di sepanjang Jalan Agenda, pelaku tetap nekat melakukan aksi tersebut.
“Posisinya ya layaknya jalan raya Bang, banyak yang parkir, tapi mungkin karena sudah nekat banget,” ungkapnya.
Dengan kejadian yang berulang hingga empat kali di lokasi yang sama, korban berharap ada peningkatan pengamanan serta tindakan tegas dari aparat kepolisian.
“Ini sudah kejadian yang keempat kalinya Bang. Harapan saya ke depan lebih aman dan pelaku bisa segeraditangkap,” pungkasnya.


Komentar