Kamis, 23 Juli 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Filosofi Ketupat: Menguak Makna Mendalam di Balik Hidangan Ikonik Lebaran

Ahmad Rivaldi by Ahmad Rivaldi
21 Maret 2026
in Info
0
Filosofi Ketupat: Menguak Makna Mendalam di Balik Hidangan Ikonik Lebaran

Filosofi Ketupat: Menguak Makna Mendalam di Balik Hidangan Ikonik Lebaran

Ketupat telah menjadi ikon kuliner yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia.
Hidangan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman janur (daun kelapa muda) ini bukan sekadar pengganti nasi, melainkan simbol budaya yang sarat akan makna mendalam. Dikutip dari detikKalimantan bahwa tradisi ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo, sebagai sarana dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa dengan cara yang lembut dan menyatu dengan budaya lokal.



Filosofi “Ngaku Lepat” dan “Laku Papat”

Secara etimologi dalam bahasa Jawa, kata “Ketupat” atau “Kupat” memiliki dua makna utama, yaitu Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku Lepat berarti mengakui kesalahan. Tradisi ini tercermin dalam budaya “sungeman,” di mana seseorang bersimpuh di hadapan orang tua atau kerabat untuk memohon maaf. Hal ini mengajarkan kerendahan hati dan kesediaan untuk mengakui kekhilafan diri demi membersihkan hati di hari kemenangan.

Sementara itu, Laku Papat berarti empat tindakan yang menjadi ciri khas Lebaran, yaitu:

  • Lebaran (pintu ampunan yang terbuka lebar)
  • Luberan (melimpah, simbol sedekah zakat fitrah)
  • Leburan (habis atau lebur, simbol dosa yang terhapus)
  • Laburan (berasal dari kata kapur, simbol kembali putih bersih atau suci).

Keempat elemen ini menggambarkan proses pembersihan diri secara menyeluruh setelah menjalani satu bulan penuh perjuangan batin di bulan Ramadan.



Simbolisme Anyaman dan Janur

Bentuk ketupat yang rumit juga menyimpan pesan moral yang kuat.
Anyaman janur yang saling tumpang tindih melambangkan kerumitan kesalahan manusia serta jalinan silaturahmi yang harus dijaga dengan erat. Janur sendiri berasal dari kata “Ja’a nur” yang berarti “telah datang cahaya,” atau dalam bahasa Jawa sering disebut “sejatine nur,” yang melambangkan kondisi manusia yang berada dalam bimbingan cahaya ilahi setelah berpuasa. Warna putih nasi di dalam ketupat melambangkan kesucian hati setelah dibersihkan dari segala dosa dan kesalahan. Ketika ketupat dibelah, putihnya nasi menunjukkan bahwa meskipun dari luar tampak rumit dan penuh masalah (seperti anyaman luar), namun bagian dalamnya harus tetap bersih dan tulus.



Kesimpulan

Ketupat bukan sekadar makanan, melainkan media dakwah yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan Islam di Jawa melalui pendekatan budaya yang mudah diterima masyarakat. Ketupat adalah simbol kerendahan hati untuk meminta maaf dan kebersihan jiwa yang menjadi inti dari perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Sumber

https://www.detik.com/kalimantan/budaya/d-8409241/biasa-disajikan-saat-lebaran-ini-makna-dari-ketupat

Tags: Filosofi "Ngaku Lepat" dan "Laku Papat"Filosofi Ketupat: Menguak Makna Mendalam di Balik Hidangan Ikonik LebaranSimbolisme Anyaman dan Janur
Next Post
Catat dari Sekarang, Ini Tanggal Pasti Lebaran 2026

Catat dari Sekarang, Ini Tanggal Pasti Lebaran 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi terkini di Indonesia, Saldo Dana, Gopay, E Wallet, Informasi bantuan sosial, bantuan pendidikan, beasiswa dan desil serta informasi update lainnya

  • BPJS
  • CPNS
  • Info
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.