Sekjen Partai Golkar M Sarmuji memberikan penjelasan terkait penyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang memberikan pernyataan agar tidak boros saat memasak dengan tujuan menghemat energi.
Menurut Sarmuji, hal ini adalah bentuk penegasan terkait situasi yang sedang terjadi saat ini. Penghematan energi harus terus disampaikan walaupun kondisi dalam keadaan normal sekalipun.
“Sebenarnya ini imbauan bersifat penegasan saja. Dalam situasi normal pun kita harus hemat energi,” kata Sarmuji saat dihubungi, Jumat (27/3/2026), seperti dilansir dari detik.com
Himbauan adalah hal yang normal
Sarmuji juga menegaskan bahwa himbauan ini adalah hal yang normal, karena kita juga sering mendapatkan himbauan seperti ‘matikan lampu jika tidak diperlukan’. Hal ini sangat penting karena dimana ada potensi beban subsidi energi yang semakin besar.
“Kan kita sering mendapat himbauan serupa seperti ‘matikan lampu jika tidak diperlukan’. Apalagi di saat sekarang di mana potensi beban subsidi energi makin besar,” ucap dia.
Pihak didapur lebih faham bagaimana menghemat kompor gas
Kemudian, Sarmuji menjelaskan secara khusus terkait pernyataan Bahlil ‘kompor jangan boros’. Dia menyebut pihak yang biasa di dapur lebih paham dengan caranya menghemat kompor gas.
“Itu sekedar contoh saja. Secara teknis, pelaku dapur lebih memahami bagaimana caranya. Dan tidak secara khusus urusan masak saja. Tetapi juga tentang listrik dan pemakaian energi lainnya,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan pesan penting kepada masyarakat agar mematikan kompor bila sudah selesai memasak. Hal ini juga merupakan bentuk penggunaan energi secara bijak, terutama liquefied petroleum gas (LPG).
Menurut Bahlil, Hal ini merupakan sebuah bentuk upaya langkah penghematan di tengah ancaman krisis energi akibat disrupsi rantai pasok imbas perang di Timur Tengah.
Matikan kompor jika sudah matang
Secara spesifik, Bahlil memberikan sebuah contoh yang terlihat sederhana namun berdampak besar dalam penggunaan LPG di rumah tangga.
“Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah matang, jangan kompornya dibiarkan menyala boros.”
“Kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi secara bijaksana,” tuturnya.
Ia meminta masyarakat lebih disiplin dalam mengonsumsi gas melon maupun nonsubsidi.
Bahlil menjelaskan, alasan di balik ajakan berhemat ini adalah karena Indonesia masih bergantung pada impor untuk beberapa jenis energi.










