Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyebut kondisi pengungsi pascabencana di wilayah tersebut saat ini sudah jauh berkurang. Seiring dengan berbagai program pemulihan yang dilakukan pemerintah, sebagian besar warga yang sebelumnya tinggal di pos pengungsian kini telah kembali ke tempat tinggal yang disiapkan, baik melalui hunian sementara, hunian tetap, maupun bantuan biaya tempat tinggal.
Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa laporan terbaru dari pemerintah daerah menunjukkan jumlah pengungsi saat ini hampir tidak ada lagi.
“Mengenai pengungsi, dari laporan kami dari Sumatera Utara, alhamdulillah angkanya sudah minim, bahkan sudah mendekati nol ya Pak ya. Sudah kembali semua, ada yang ke. apa namanya. Huntara (Hunian Sementara), ada yang Huntap (Hunian Tetap) sudah jadi,” ucapnya saat di wawancara, Senin (16/3/2026).
Selain menyiapkan hunian, pemerintah juga memberikan bantuan biaya tunggu hunian bagi warga yang belum mendapatkan tempat tinggal permanen.
“Ada yang dapat BTH (Biaya Tunggu Hunian). Jadi memang mereka kalau BTH itu tidak diberikan hunian, tapi diberikan uang untuk menyewa,” ujarnya.
Bantuan tersebut memungkinkan warga untuk menyewa tempat tinggal sementara atau tinggal bersama keluarga.
“Jadi sudah boleh, apakah itu mereka menyewa ke apa namanya rumah-rumah yang memang disewakan, atau tinggal di rumah keluarganya, tapi mereka tetap dapat uang untuk membantu keluarga yang mereka tumpangi, kasarnya seperti itu. Itu sudah terealisasi,” pungkasnya.










