Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan pengawasan langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Peninjauan dilakukan di Pasar Sukaramai, Medan, yang merupakan salah satu pusat aktivitas perdagangan bahan pangan di kota tersebut. Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas utama seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging sapi, hingga minyak goreng masih berada pada harga yang relatif stabil.
Harga cabai merah terpantau di kisaran Rp32 ribu per kilogram, cabai rawit Rp24 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp32 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi berada di rentang Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Untuk minyak goreng merek Minyakita, harga yang dijual di pasar mencapai Rp16 ribu per liter. Secara umum, harga-harga tersebut dinilai masih berada dalam batas wajar dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa kondisi harga saat ini masih terkendali meskipun permintaan meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“Alhamdulillah, harga tidak bergejolak begitu tinggi. Harga-harga Alhamdulillah stabil,” kata Bobby berdasarkan keterangan tertulis dari info Sumut usai peninjauan di Pasar
Sukaramai, Medan, Selasa (17/3/2026) lalu.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa komoditas penting bahkan masih berada di bawah batas HET, seperti telur, ayam, dan daging sapi.
“Telur harganya tadi Rp1.800, HET (Harga Eceran Tertinggi), ayam di bawah HET, daging juga Rp135 ribu, Rp140 ribu,” pungkasnya.
Selain memantau harga, pemerintah juga memastikan bahwa pasokan barang di pasar tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri.










