Tradisi mudik Lebaran di Indonesia selalu identik dengan perjuangan, baik tenaga maupun biaya. Namun, tahun ini masyarakat dikejutkan dengan fenomena harga tiket pesawat rute Jakarta-Surabaya yang mencapai angka di luar nalar. Dikutp dari detikJatim, harga tiket untuk rute populer ini terpantau menembus angka Rp13 juta per orang untuk sekali perjalanan. Angka yang sangat mencolok ini menjadi perbincangan hangat, mengingat rute Jakarta-Surabaya biasanya dapat ditempuh dengan biaya di bawah Rp1 juta pada hari-hari biasa.
Penyebab Harga Melambung di Aplikasi Pemesanan
Lonjakan harga tiket hingga belasan juta rupiah ini umumnya ditemukan di berbagai platform pemesanan tiket online atau Online Travel Agent (OTA). Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, harga tersebut bukan untuk tiket kelas ekonomi.
Sebagian besar tiket dengan harga tinggi tersebut merupakan:
- Tiket kelas bisnis dari maskapai full service
- Penerbangan dengan rute transit panjang yang tidak efisien
Ketika permintaan meningkat drastis menjelang Lebaran, tiket kelas ekonomi yang lebih terjangkau biasanya cepat habis. Sistem aplikasi kemudian hanya menampilkan sisa tiket yang tersedia, meskipun harganya jauh lebih mahal. Hal inilah yang menyebabkan pengguna menemukan harga tidak masuk akal untuk penerbangan domestik dengan durasi singkat.
Dampak Lonjakan Harga bagi Pemudik
Kenaikan harga tiket pesawat ini memberikan tekanan besar bagi masyarakat, terutama para perantau yang ingin pulang kampung. Sebagai gambaran:
- Satu orang: hingga Rp13 juta
- Keluarga 3 orang: bisa mencapai Rp40 juta
Angka tersebut tentu sangat memberatkan, sehingga banyak masyarakat mulai mempertimbangkan alternatif transportasi lain.
Alternatif Transportasi yang Lebih Terjangkau
Akibat mahalnya tiket pesawat, sebagian besar pemudik beralih ke moda transportasi darat, seperti:
- Kereta api
- Bus AKAP
- Kendaraan pribadi melalui jalur tol Trans-Jawa
Meski membutuhkan waktu perjalanan lebih lama, opsi ini dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan pesawat dengan harga selangit.
Harapan pada Pengawasan Pemerintah
Fenomena ini juga memunculkan desakan kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, untuk memperketat pengawasan terhadap harga tiket pesawat.
Walaupun harga tinggi tersebut masih sesuai aturan jika merupakan kelas bisnis, pemerintah diharapkan:
- Menjamin ketersediaan tiket kelas ekonomi
- Mengawasi penerapan Tarif Batas Atas (TBA)
- Melindungi masyarakat dari lonjakan harga yang tidak wajar
Hal ini penting agar momen silaturahmi Lebaran tidak terganggu oleh mahalnya biaya transportasi.
Kesimpulan
Fenomena “tiket seharga motor” ini menjadi pelajaran penting bagi para perantau untuk melakukan perencanaan perjalanan jauh-jauh hari. Tanpa persiapan matang atau pemesanan tiket sejak beberapa bulan sebelumnya, pemudik akan terjebak dalam situasi sulit antara membayar harga yang tidak rasional atau terpaksa membatalkan niat untuk merayakan Lebaran di kampung halaman.
Sumber
https://www.detik.com/jatim/berita/d-8402541/harga-tiket-pesawat-jakarta-surabaya-jelang-lebaran-tembus-rp-13-juta










