Jumat, 7 Agustus 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Hilal Sudah Wujud di Sumut, Namun Belum Terlihat Secara Optimal

Zacky by Zacky
19 Maret 2026
in Info
0

Hasil pengamatan hilal awal Syawal 1447 Hijriah di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan bahwa posisi bulan sabit muda sebenarnya sudah berada di atas ufuk. Namun, secara teknis hilal tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan, sehingga belum dapat dipastikan terlihat secara optimal.

Berdasarkan laporan Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara pada Kamis, 19 Maret 2026, pengamatan dilakukan di Anjungan Kantor Gubernur Sumut, Medan. Dalam hasil tersebut, hilal dinyatakan sudah wujud, tetapi belum memenuhi standar imkan rukyat.




Data pengamatan menunjukkan, matahari terbenam pada pukul 18.37.01 WIB, sementara bulan terbenam pada pukul 18.50.27 WIB. Dengan demikian, waktu pengamatan hilal hanya berlangsung sekitar 13 menit setelah matahari terbenam.

Ketinggian hilal tercatat berada di angka 2 derajat 57 menit 5,58 detik di atas ufuk mar’i. Selain itu, elongasi bulan geosentris mencapai 5 derajat 59 menit 34,04 detik. Angka tersebut masih berada di bawah kriteria minimum MABIMS yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.




Dari sisi umur bulan, sejak ijtimak hingga waktu matahari terbenam tercatat sekitar 10 jam lebih. Meski secara astronomis hilal sudah ada, kondisi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk memastikan hilal dapat diamati secara kasat mata.

Fenomena ini juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Meski terdapat variasi ketinggian hilal dari timur hingga barat, seluruhnya belum memenuhi kriteria visibilitas yang disepakati negara-negara MABIMS, yakni Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Dengan kondisi tersebut, awal Syawal 1447 Hijriah secara hisab diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 melalui metode istikmal atau penyempurnaan bulan Ramadan menjadi 30 hari.

Namun demikian, keputusan resmi terkait penetapan Hari Raya Idulfitri tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI.



Tags: Hilal Sudah Wujud di SumutNamun Belum Terlihat Secara Optimal
Next Post
Hilal Tak Cukup Syarat, Apakah Lebaran 2026 Akan Jatuh Pada 21 Maret?

Hilal Tak Cukup Syarat, Apakah Lebaran 2026 Akan Jatuh Pada 21 Maret?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi terkini di Indonesia, Saldo Dana, Gopay, E Wallet, Informasi bantuan sosial, bantuan pendidikan, beasiswa dan desil serta informasi update lainnya

  • BPJS
  • CPNS
  • Info
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.