Dikutip dari SerambiNews.com ini mengupas tuntas kegelisahan umat muslim, khususnya kaum wanita, mengenai mana yang harus didahulukan antara puasa sunnah enam hari di bulan Syawal atau membayar utang puasa Ramadhan (qadha). Melalui penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS), memberikan solusi praktis agar seorang muslim bisa mendapatkan keberkahan maksimal tanpa merasa terbebani. Cukup dengan konsisten membayar utang puasa di hari-hari utama bulan Syawal, kewajiban tuntas dan pahala sunnah pun didapat.
Kewajiban vs Sunnah
Poin mendasar yang disampaikan oleh UAS adalah mengenai skala prioritas. Puasa Ramadhan adalah kewajiban (fardhu), sementara puasa Syawal adalah sunnah. Secara hukum asal, seorang muslim sangat dianjurkan untuk mendahulukan pembayaran utang puasa (qadha) sesegera mungkin. Namun, banyak orang merasa khawatir kehilangan keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal jika mereka harus fokus membayar utang puasa yang jumlahnya mungkin cukup banyak.
Trik Menggabungkan Niat untuk Pahala Berlipat
UAS memberikan kabar gembira mengenai cara mendapatkan dua pahala sekaligus. Beliau menjelaskan bahwa bagi seseorang yang memiliki utang puasa Ramadhan, mereka cukup melaksanakan puasa qadha di bulan Syawal. Keistimewaannya, menurut pendapat ulama yang dirujuk UAS, ketika seseorang menjalankan puasa wajib (qadha) tepat di bulan Syawal, maka secara otomatis ia juga mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal. Hal yang perlu diperhatikan adalah niatnya. Seseorang cukup melafalkan niat puasa qadha (mengganti utang Ramadhan) karena Allah Ta’ala. Dengan melaksanakan kewajiban tersebut di dalam bulan Syawal, pahala sunnah Syawal akan mengikuti dengan sendirinya tanpa perlu menggabungkan dua niat dalam satu waktu yang bisa membingungkan secara hukum fiqih.
Memborong Tiga Pahala dalam Satu Hari
Lebih lanjut, UAS memaparkan strategi yang lebih menguntungkan, yaitu “memborong” tiga pahala sekaligus.
Jika seorang muslim melaksanakan puasa qadha pada hari Senin atau Kamis di bulan Syawal, maka ia akan meraup tiga keuntungan,yaitu :
- Utang puasa wajibnya lunas
- Ia mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal
- Ia juga mendapatkan pahala puasa sunnah Senin-Kamis.
Ini adalah cara efisien bagi umat Islam untuk memaksimalkan ibadah di bulan yang mulia ini.
Fleksibilitas Pelaksanaan Puasa Syawal
Selain soal niat, artikel ini juga menekankan bahwa pelaksanaan puasa enam hari di bulan Syawal sangatlah fleksibel. UAS menegaskan bahwa puasa tersebut tidak harus dilakukan secara berturut-turut (maraton) dari tanggal 2 hingga 7 Syawal. Umat muslim diberikan kelonggaran untuk melaksanakannya secara terpisah-pisah, baik di awal, tengah, maupun akhir bulan, asalkan jumlahnya genap enam hari dan masih berada dalam rentang bulan Syawal.
Kesimpulan
Seseorang yang melaksanakan puasa qadha Ramadhan di bulan Syawal secara otomatis akan mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal, meskipun ia hanya berniat untuk puasa qadha (mengganti utang).
Sumber
https://aceh.tribunnews.com/tafakur/1017246/trik-dapat-dua-pahala-sekaligus-simak-penjelasan-uas-soal-gabung-puasa-syawal-dan-utang-ramadhan










