Idul Adha 2026 menjadi salah satu momen besar yang paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Hari raya yang identik dengan ibadah kurban ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Karena menggunakan sistem penanggalan Islam, banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai Idul Adha 2026 berapa Hijriah serta kapan tepatnya hari raya tersebut dirayakan di Indonesia.
Perbedaan sistem kalender Masehi dan Hijriah membuat tanggal hari besar Islam selalu berubah setiap tahunnya jika dilihat dari kalender umum. Oleh karena itu, penetapan Idul Adha selalu mengacu pada kalender Hijriah serta hasil sidang isbat pemerintah.
Idul Adha 2026 Berapa Hijriah?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, Idul Adha tahun 2026 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Informasi tersebut juga tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Dengan demikian, Hari Raya Kurban tahun depan akan diperingati umat Islam pada tahun 1447 H. Penetapan kalender Hijriah ini menjadi acuan penting dalam menentukan jadwal ibadah, termasuk puasa Arafah, penyembelihan hewan kurban, hingga pelaksanaan salat Idul Adha.
Prediksi Tanggal Idul Adha 2026
Sejumlah organisasi Islam di Indonesia telah memberikan prediksi terkait jadwal Idul Adha 2026. Muhammadiyah melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 menetapkan bahwa Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Sementara itu, pemerintah melalui kalender Hijriah Kementerian Agama juga memperkirakan Idul Adha akan berlangsung pada tanggal yang sama, yakni Rabu, 27 Mei 2026. Namun, keputusan resmi pemerintah tetap akan diumumkan setelah sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H.
Nahdlatul Ulama (NU) pun memprediksi jadwal yang serupa berdasarkan Almanak NU. Kesamaan prediksi tersebut membuat peluang pelaksanaan Idul Adha secara serentak di Indonesia menjadi cukup besar.
Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 2026
Pemerintah dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang ini dilakukan untuk memastikan posisi hilal sekaligus menentukan tanggal resmi Hari Raya Idul Adha.
Dalam prosesnya, pemerintah menggunakan dua metode utama, yaitu hisab dan rukyat. Hisab dilakukan melalui perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan, sedangkan rukyat dilakukan dengan pengamatan langsung hilal di sejumlah titik pemantauan di Indonesia. Hasil sidang isbat nantinya akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat sebagai dasar pelaksanaan Idul Adha nasional.
Makna Idul Adha bagi Umat Islam
Idul Adha memiliki makna mendalam bagi umat Islam karena menjadi simbol ketakwaan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Hari raya ini memperingati kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Momentum Idul Adha juga identik dengan ibadah kurban. Daging hewan kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan antarumat. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.
Hitung Mundur Menuju Idul Adha 2026
Jika mengacu pada perkiraan tanggal 27 Mei 2026, maka masyarakat tinggal menghitung beberapa pekan lagi menuju perayaan Hari Raya Kurban. Banyak umat Islam biasanya mulai mempersiapkan hewan kurban, kebutuhan ibadah, hingga rencana mudik sejak jauh hari. Momentum ini juga sering dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga karena bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama.
Kesimpulan
Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 dan bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Muhammadiyah, pemerintah, dan NU sejauh ini memiliki prediksi tanggal yang sama sehingga peluang perayaan Idul Adha secara bersamaan di Indonesia cukup besar. Meski demikian, masyarakat tetap perlu menunggu hasil sidang isbat pemerintah pada 17 Mei 2026 untuk penetapan resmi awal Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Sumber referensi
https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8480810/idul-adha-2026-berapa-hijriah-cek-di-sini-konversinya


Komentar