Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada awal perdagangan Jumat, 27 Maret 2026. Berdasarkan data dari Stockbit, IHSG dibuka turun 0,387% ke level 7.136,36, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.164,09.
IHSG Melemah di Awal Perdagangan
Pada sesi pembukaan, IHSG langsung bergerak di zona merah. Aktivitas pasar tercatat dengan volume transaksi mencapai 358,61 juta lembar saham, frekuensi perdagangan sebanyak 42,76 ribu kali, dan total nilai transaksi sebesar Rp330,42 miliar. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, di mana pada Kamis (26/3/2026), IHSG terkoreksi cukup dalam sebesar 1,89%.
Rupiah Stagnan terhadap Dolar AS
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau stabil. Berdasarkan data dari Stockbit, kurs rupiah berada di posisi Rp16.898 per dolar AS, tidak berubah dari perdagangan sebelumnya.
Bursa Asia Kompak Melemah
Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga dibuka di zona negatif. Data dari Yahoo Finance menunjukkan:
- Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,68%
- Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,35%
- Indeks SSE Composite China turun 0,75%
- Indeks Straits Times Singapura terkoreksi 0,12%
Kondisi ini mencerminkan sentimen global yang masih cenderung menekan pasar saham regional.
Tekanan Jual Asing Picu Koreksi IHSG
Pada perdagangan sebelumnya, tekanan jual dari investor asing menjadi faktor utama pelemahan IHSG. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp20,71 triliun di seluruh pasar. Rinciannya, sebesar Rp1,93 triliun terjadi di pasar reguler, sementara Rp18,78 triliun berasal dari pasar negosiasi dan tunai.
Daftar Saham yang Banyak Dijual Asing
Berikut sejumlah saham dengan net foreign sell terbesar di pasar reguler:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp555,54 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp201,66 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – Rp157,19 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) – Rp120,48 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) – Rp117,47 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) – Rp80,40 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp64,75 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) – Rp64,71 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) – Rp57,70 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) – Rp47,35 miliar
Mayoritas saham yang dilepas berasal dari sektor perbankan, energi, dan teknologi.
Kesimpulan
Pelemahan IHSG pada 27 Maret 2026 dipengaruhi oleh kombinasi sentimen negatif global dan aksi jual besar dari investor asing. Meski demikian, stabilnya nilai tukar rupiah menjadi sinyal bahwa tekanan pasar masih relatif terkendali. Investor disarankan tetap mencermati pergerakan global dan arus dana asing sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber
- https://www.cnbcindonesia.com/market/20260327074320-17-721769/ihsg-turun-tajam-asing-lego-10-saham-ini-kala-net-sell-tembus-rp20-t
- https://kumparan.com/kumparanbisnis/ihsg-dibuka-melemah-ke-level-7-136-saham-asia-kompak-di-zona-merah-275a0N5brqb










