Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026, tetapi beberapa saham justru mencatat kenaikan signifikan hingga 25%. Lonjakan ini menarik perhatian investor meski pasar secara keseluruhan sedang turun.
IHSG Turun di Sesi I
Pada penutupan sesi I, IHSG anjlok 88,04 poin (1,21%) ke level 7.214, bergerak di kisaran 7.196–7.323. Total volume perdagangan mencapai 18,7 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 25,9 triliun dan frekuensi perdagangan 1,02 juta kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, tercatat 311 saham naik, 371 saham turun, dan 276 saham stagnan.
Pergerakan Sektor Saham
Meski IHSG melemah, dua sektor berhasil menguat, yaitu sektor transportasi yang naik 2,64% dan sektor kesehatan yang naik 0,01%. Sektor lain justru mengalami tekanan, seperti energi turun 2,05%, perindustrian 2,04%, teknologi 1,26%, barang baku 0,95%, infrastruktur 0,72%, dan keuangan 0,64%.
5 Saham Top Gainers
Mengutip investor.id, beberapa saham berhasil mencetak cuan besar dan masuk daftar top gainers. PT Tunas Alfin Tbk (TALF) menjadi yang paling tinggi dengan kenaikan 25% ke harga Rp 750. Saham lain yang ikut melonjak adalah PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 24,8% menjadi Rp 780, PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) meningkat 24,04% ke Rp 1.135, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melesat 20,5% ke Rp 88, dan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) naik 19,8% ke Rp 199.
Kenaikan saham-saham ini menunjukkan bahwa meski IHSG melemah, sejumlah saham masih diminati investor dan mampu mencetak keuntungan tinggi.
5 Saham Top Losers
Di sisi lain, beberapa saham mencatat penurunan tajam. PT Rockfields Properties Indonesia Tbk (ROCK) ambles 15% ke Rp 2.550, diikuti PT Indospring Tbk (INDS) turun 14,9% menjadi Rp 434, PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) melemah 14,86% ke Rp 126, PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turun 14,38% ke Rp 131, dan PT Arthavest Tbk (ARTA) anjlok 13,04% menjadi Rp 3.000.
Pergerakan ini memperlihatkan volatilitas tinggi di pasar saham pada sesi perdagangan pagi, dengan beberapa saham mampu melawan tren pasar.
Kesimpulan
Meskipun IHSG melemah 1,21% di sesi I, ada peluang keuntungan pada saham-saham tertentu yang mencetak kenaikan signifikan hingga 25%. Investor disarankan untuk tetap memantau pergerakan sektor dan saham unggulan, karena volatilitas pasar menciptakan peluang bagi yang cermat dalam memilih saham.
Sumber: https://investor.id/market/433043/ihsg-jeblok-5-saham-justru-melonjak-hingga-25/2










