Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dalam sepekan terakhir, meski penurunannya relatif tipis di kisaran 0,99%. Padahal sebelumnya sempat menguat lebih dari 2% dan ditutup di level 7.026,78 pada perdagangan Kamis (2/4).
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga ikut menurun. Tercatat berada di sekitar Rp14,76 triliun per hari, atau turun cukup dalam sekitar 36,7% dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp23,3 triliun.
Di sisi lain, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp2,94 triliun. Jika diakumulasi sejak awal tahun, total net sell asing kini sudah mencapai Rp33,8 triliun.
Tiga saham yang menjadi pemberat bagi IHSG sepekan yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Harga saham BREN tercatat turun cukup dalam, sekitar 13,12% dalam sepekan, yang ikut menyeret IHSG hingga kehilangan 26,78 poin. Tekanan juga datang dari saham BYAN dan BBRI, masing-masing menyumbang penurunan sebesar 26,67 poin dan 15,72 poin terhadap indeks.
Dari sisi sektoral, mayoritas indeks mengalami pelemahan. Tercatat delapan dari sebelas sektor ditutup di zona merah, dengan sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan paling dalam hingga 3,57%. Sebaliknya, sektor konsumer siklikal justru tampil paling kuat dengan kenaikan sebesar 6,58%.
Sementara itu, jika melihat kawasan ASEAN, sebagian besar indeks saham acuan justru bergerak menguat. Hanya dua indeks yang melemah, yakni KLCI Malaysia yang turun 0,84% dan IHSG yang terkoreksi 0,99%.
Dengan kondisi tersebut, posisi IHSG kini berada di jajaran terbawah dibandingkan indeks saham utama lainnya di kawasan ASEAN.
Kesimpulan
Semoga kondisi pasar ke depan bisa lebih stabil, tekanan dari saham-saham besar mulai mereda, dan IHSG perlahan kembali menguat seiring meningkatnya kepercayaan investor serta membaiknya arus dana di pasar modal.


Komentar