Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, minat masyarakat untuk menukarkan uang Rupiah mengalami lonjakan signifikan. Bank Indonesia mencatat jumlah penukar melalui layanan resmi telah melampaui angka satu juta orang hingga pertengahan Maret 2026.
Melansir dari laman kumparan.com, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muhammad Anwar Bashori, mengungkapkan bahwa total penukar mencapai lebih dari 1,07 juta orang per 13 Maret 2026. Angka ini meningkat tajam sekitar 85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan Penukar Uang Capai 85 Persen
Peningkatan jumlah penukar ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Tradisi berbagi uang baru kepada keluarga dan anak-anak menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan tersebut.
Selain itu, aktivitas ekonomi yang meningkat selama Ramadan juga turut berkontribusi terhadap tingginya permintaan uang tunai, terutama dalam pecahan kecil yang lebih mudah dibagikan.
Perluasan Layanan Penukaran oleh BI
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Bank Indonesia memperluas jangkauan layanan penukaran uang di berbagai wilayah. Jumlah titik layanan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya terdapat sekitar 5.200 titik layanan, kini jumlahnya bertambah menjadi lebih dari 9.200 titik yang tersebar di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat mengakses layanan penukaran dengan lebih mudah dan merata.
Program SERAMBI Peduli Mudik
Selain layanan reguler, BI juga menghadirkan program khusus bertajuk SERAMBI Peduli Mudik. Program ini berlangsung pada 16 hingga 17 Maret 2026 dengan menyediakan puluhan titik layanan di lokasi strategis arus mudik. Lokasi tersebut meliputi bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, hingga rest area. Total kuota yang disediakan dalam program ini mencapai sekitar 11.900 paket penukaran uang baru.
Di tengah tingginya permintaan, BI mengingatkan masyarakat untuk hanya melakukan penukaran melalui layanan resmi. Hal ini penting untuk memastikan keaslian uang serta keamanan dalam bertransaksi.
Penukaran di luar jalur resmi, seperti melalui jasa tidak resmi, dinilai memiliki risiko cukup besar. Mulai dari potensi peredaran uang palsu, ketidaksesuaian jumlah, hingga kemungkinan penipuan yang dapat merugikan masyarakat.
Kesimpulan
Permintaan penukaran uang baru menjelang Lebaran 2026 mengalami peningkatan signifikan hingga menembus lebih dari satu juta penukar, Bank Indonesia merespons dengan memperluas jumlah titik layanan agar akses semakin mudah, program tambahan seperti SERAMBI Peduli Mudik turut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan layanan resmi demi keamanan transaksi, tingginya animo ini menunjukkan tradisi dan kebutuhan uang pecahan kecil masih sangat kuat di momen Idulfitri
Sumber referensi
https://kumparan.com/kumparanbisnis/bi-catat-1-juta-orang-tukar-uang-lewat-layanan-resmi-jelang-lebaran-2026-271N5arAQlA/full










