Buat yang suka ngopi, mungkin selama ini cuma familiar sama Arabika dan Robusta. Padahal, dunia kopi nggak sesederhana itu. Ada beberapa jenis biji kopi lain yang sebenarnya punya karakter rasa yang nggak kalah menarik, cuma memang belum banyak dikenal. Nah, biar nggak sekadar ikut-ikutan tren, ada baiknya kenal dulu jenis-jenis kopi ini dari dasarnya.
Jenis-jenis biji kopi utama
Berikut beberapa jenis kopi yang paling umum, masing-masing punya ciri khas yang cukup berbeda:
Arabika
Arabika bisa dibilang paling populer di dunia. Biasanya tumbuh di dataran tinggi, dengan curah hujan yang cukup stabil dan tanah yang gembur.
Tanamannya agak rewel karena sensitif sama perubahan lingkungan dan gampang kena penyakit. Jadi butuh perawatan lebih.
Soal rasa, Arabika terkenal lebih kompleks. Ada perpaduan asam dan manis, aromanya juga lebih harum, dengan body yang cenderung ringan. Kandungan kafeinnya juga lebih rendah, sekitar setengah dari Robusta. Makanya sering jadi pilihan buat manual brew.
Robusta
Kalau Robusta, ini juga nggak kalah populer. Bahkan jadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia.
Tanamannya lebih kuat dan tahan banting, bisa tumbuh di berbagai kondisi dan lebih tahan penyakit dibanding Arabika.
Robusta biasanya cocok di daerah yang lebih panas, dengan curah hujan yang nggak terlalu stabil. Rasanya lebih bold—cenderung pahit, sedikit manis, dengan keasaman rendah. Sering juga ada nuansa cokelat hitam.
Jenis ini enak kalau dipadukan dengan susu, gula aren, atau sirup vanila karena rasanya jadi lebih seimbang.
Liberika
Liberika memang jarang dibahas, tapi justru di situ menariknya.
Rasanya cukup unik, ada sentuhan smoky seperti tembakau, aroma kayu (woody), dan aftertaste earthy yang khas. Teksturnya tebal, dengan rasa pahit yang cukup kuat.
Biasanya Liberika dipakai sebagai campuran untuk nambah kedalaman rasa. Di Indonesia, kopi ini masih bisa ditemui di daerah Bengkulu dan Jambi.
Excelsa
Excelsa sebenarnya masih satu keluarga dengan Liberika, tapi punya karakter sendiri.
Rasanya cenderung asam seperti buah, dengan tekstur yang tetap tebal. Aromanya cukup kompleks, kadang ada kesan seperti kayu terbakar.
Jarang dipakai sebagai bahan utama, tapi sering jadi pelengkap dalam blend supaya rasanya lebih berlapis.\
Kesimpulan
Setiap jenis kopi punya cerita dan rasa yang beda-beda. Arabika cocok buat yang suka rasa lebih ringan dan kompleks, sementara Robusta lebih kuat dan nendang. Di sisi lain, Liberika dan Excelsa bisa jadi pilihan kalau mau coba sesuatu yang lebih unik. Jadi, nggak ada yang paling benar atau paling enak, tinggal disesuaikan saja sama selera masing-masing.










