PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah kapasitas tempat duduk serta menyiagakan ratusan personel guna memastikan kelancaran perjalanan kereta api selama periode tersebut.
Plt Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan masa angkutan Lebaran tahun ini berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.
“Untuk di wilayah KAI Divisi Regional I Sumatera Utara telah menetapkan masa angkutan Lebaran selama 22 hari, mulai 11 Maret atau H-10 sampai dengan 1 April 2026 atau H+10. Hari ini juga sudah dilaksanakan apel gelar pasukan yang menandai dimulainya posko masa angkutan Lebaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan posko angkutan Lebaran akan berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI menambah kapasitas kursi melalui pengoperasian kereta tambahan serta penambahan rangkaian pada sejumlah perjalanan kereta api.
“Kami menambah kapasitas dengan dijalankannya KA Sribilah Fakultatif relasi Medan Rantau Prapat pulang pergi. Selain itu juga ada penambahan satu kereta kelas ekonomi di KA Putri Deli dan KA Siantar Express, serta satu kereta kelas eksekutif dan satu kereta kelas bisnis di KA Sribilah Utama,” jelasnya.
Dengan penambahan tersebut, total kapasitas tempat duduk yang disediakan selama masa angkutan Lebaran mencapai sekitar 231 ribu kursi. Hingga 13 Maret, tiket yang telah terjual tercatat sekitar 98 ribu tiket.
Menurut Anwar, peningkatan jumlah penumpang diperkirakan mulai terlihat pada 14 Maret dan terus meningkat hingga menjelang puncak arus mudik.
“Berdasarkan data penjualan yang ada, puncak mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret bertepatan dengan cuti bersama Hari Raya Nyepi. Saat ini tiket yang sudah terjual untuk tanggal tersebut mencapai sekitar 8 ribu dan kemungkinan masih akan terus bertambah,” katanya.
Selain menambah kapasitas penumpang, KAI juga memperkuat aspek keamanan dan keselamatan perjalanan dengan menyiagakan ratusan personel tambahan.
“Kami menyiagakan sekitar 170 personel tambahan. Sebanyak 145 di antaranya merupakan penjaga perlintasan ekstra yang akan ditempatkan di 82 titik perlintasan yang sebelumnya tidak terjaga,” ungkapnya.
Selain itu, KAI juga menambah petugas pemeriksa jalur serta petugas penjaga daerah rawan. Dalam pengamanan tersebut, KAI turut mendapat dukungan dari aparat TNI dan Polri.
“Kami juga mendapat dukungan sekitar 76 personel dari kewilayahan baik TNI maupun Polri untuk membantu pengamanan di jalur maupun di stasiun,” ujarnya.
Secara keseluruhan, total personel pengamanan yang disiagakan selama masa angkutan Lebaran mencapai sekitar 290 personel.
Anwar menambahkan, personel pengamanan tersebut akan bertugas baik di atas kereta api maupun di jalur perjalanan kereta.
“Polsuska memiliki dua tugas, yaitu melakukan pengamanan di atas kereta sebagai pengawal perjalanan kereta dan juga bertugas di jalur bersama petugas keamanan lainnya untuk memastikan jalur tetap aman,” pungkasnya.










