Minggu, 22 Maret 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • Beranda
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Info
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Beranda
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Info
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Kapan Idul Fitri 2026? Ini Perkiraan Tanggal Versi NU, Muhammadiyah, BRIN, dan BMKG

Fadia Putri by Fadia Putri
16 Maret 2026
in Berita, Info
0
Kapan Idul Fitri 2026? Ini Perkiraan Tanggal Versi NU, Muhammadiyah, BRIN, dan BMKG

Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, masyarakat Muslim di Indonesia mulai menantikan kepastian kapan Hari Raya Idul Fitri 2026 akan dirayakan. Penentuan tanggal Lebaran menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan berbagai persiapan masyarakat, mulai dari mudik, libur sekolah, hingga perayaan bersama keluarga. Di Indonesia, penentuan awal bulan Syawal biasanya melibatkan berbagai pihak. Organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah memiliki metode masing-masing dalam menentukan awal bulan Hijriah. Selain itu, lembaga ilmiah seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memberikan analisis berdasarkan data astronomi. Berikut penjelasan mengenai perkiraan tanggal Idul Fitri 2026 menurut berbagai pihak di Indonesia.



Perkiraan Lebaran 2026 Menurut NU

Sementara itu, Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah. Metode ini dilakukan dengan mengamati secara langsung kemunculan hilal setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan.

Data yang dirilis oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menunjukkan bahwa pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 posisi hilal memang sudah berada di atas ufuk. Namun, posisinya dinilai belum memenuhi kriteria imkanur rukyah yang menjadi standar dalam penetapan awal bulan.
Berdasarkan data falakiyah tersebut, ketinggian hilal tertinggi tercatat di Kota Sabang, Aceh, dengan tinggi sekitar 2 derajat 53 menit dan elongasi sekitar 6 derajat 09 menit. Sementara itu, posisi terendah berada di wilayah Merauke, Papua Selatan, dengan tinggi hilal sekitar 0 derajat 49 menit.

Karena posisi hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan, terdapat kemungkinan bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari atau disebut istikmal. Dengan kondisi ini, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.



Jadwal Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah

Organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan tanggal Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang diterbitkan di Yogyakarta pada 22 September 2025, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Metode ini mengandalkan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi hilal tanpa menunggu pengamatan langsung di lapangan.

Selain itu, keputusan tersebut juga mengacu pada prinsip serta parameter Kalender Hijriah Global Tunggal yang merupakan hasil Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan pada tahun 2024.



Prediksi dari BRIN

Dilansir dari laman metrotvnews.com, peneliti Pusat Riset Antariksa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H kemungkinan besar jatuh pada 21 Maret 2026. Perkiraan ini dibuat berdasarkan perhitungan posisi hilal secara astronomi.

Menurut Thomas, saat waktu Magrib pada 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal diprediksi belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Sejak tahun 2021, kriteria MABIMS menyebutkan bahwa awal bulan Hijriah dapat ditetapkan apabila memenuhi dua syarat utama, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Karena posisi hilal pada tanggal tersebut diperkirakan belum memenuhi kedua syarat tersebut, maka kemungkinan hilal belum dapat terlihat di wilayah Asia Tenggara pada 19 Maret 2026. Oleh sebab itu, BRIN memperkirakan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.



Prediksi BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis hasil perhitungan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 H melalui laporan prakiraan hilal saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa konjungsi atau pertemuan posisi Matahari dan Bulan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.23 UT. Waktu tersebut setara dengan 08.23.23 WIB, 09.23.23 WITA, dan 10.23.23 WIT. Pada saat itu, nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan berada pada posisi yang sama, yaitu sekitar 358,45 derajat.

Di wilayah Indonesia pada tanggal yang sama, waktu Matahari terbenam paling awal tercatat di Waris, Papua pada pukul 17.48.13 WIT, sedangkan waktu Matahari terbenam paling akhir terjadi di Banda Aceh pada pukul 18.49.39 WIB.

Jika melihat waktu konjungsi dan waktu Matahari terbenam tersebut, dapat disimpulkan bahwa konjungsi sudah terjadi sebelum Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia pada 19 Maret 2026.
BMKG juga mencatat bahwa ketinggian hilal saat Matahari terbenam di Indonesia berada pada kisaran 0,91 derajat di Merauke, Papua hingga 3,13 derajat di Sabang, Aceh.




Sementara itu, elongasi geosentris atau jarak sudut antara Bulan dan Matahari saat Matahari terbenam berada pada kisaran 4,54 derajat di Waris, Papua hingga 6,1 derajat di Banda Aceh. Selain itu, umur Bulan saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 diperkirakan berada di antara 7,41 jam di Waris, Papua hingga 10,44 jam di Banda Aceh. Sedangkan lama hilal berada di atas ufuk diperkirakan sekitar 5,6 menit di Merauke hingga 15,66 menit di Sabang.

Berdasarkan berbagai data tersebut, terdapat kemungkinan besar bahwa bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal) karena kriteria imkanur rukyah belum sepenuhnya terpenuhi. Jika mengacu pada perhitungan BMKG, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026.



Kesimpulan

Perkiraan tanggal Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah telah dianalisis oleh berbagai pihak, mulai dari organisasi keagamaan hingga lembaga ilmiah. Muhammadiyah menetapkan tanggal Lebaran berdasarkan metode hisab atau perhitungan astronomi, sementara Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal melalui pengamatan langsung bulan sabit. Selain itu, analisis ilmiah juga diberikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang mempelajari posisi hilal serta kondisi astronomi dan cuaca. Meskipun berbagai perkiraan telah disampaikan, keputusan resmi mengenai tanggal Idul Fitri di Indonesia tetap menunggu penetapan pemerintah melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.

Sumber referensi

https://www.metrotvnews.com/read/NG9Czz2D-perkiraan-tanggal-lebaran-2026-versi-nu-muhammadiyah-brin-hingga-bmkg

Tags: jadwal hari raya idul fitri 2026 terbarukapan idul fitri 2026 di indonesiakapan lebaran 2026 menurut pemerintah indonesiaperkiraan tanggal lebaran 2026 versi muhammadiyahprediksi 1 syawal 1447 hijriah di indonesiaprediksi lebaran 2026 menurut nahdlatul ulamatanggal lebaran 2026 menurut nu muhammadiyah brin dan bmkg
Next Post
Kapan Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka? Ini Informasi Terbaru dari Pemerintah

Kapan Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka? Ini Informasi Terbaru dari Pemerintah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Kumpulan Ucapan Selamat Lebaran 2026 Lengkap dengan Kata Permintaan Maaf

Kumpulan Ucapan Selamat Lebaran 2026 Lengkap dengan Kata Permintaan Maaf

20 Maret 2026
Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah 2026? Simak Penentuan Tanggal 1 Syawal Berikut

Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah 2026? Simak Penentuan Tanggal 1 Syawal Berikut

19 Maret 2026
Perkiraan Idul Fitri 2026 Berdasarkan NU, Muhammadiyah, BRIN, dan BMKG

Perkiraan Idul Fitri 2026 Berdasarkan NU, Muhammadiyah, BRIN, dan BMKG

17 Maret 2026
Sidang Isbat Lebaran 2026: Catat Tanggal, Tahapan dan Prediksi 1 Syawal 1447 H

Sidang Isbat Lebaran 2026: Catat Tanggal, Tahapan dan Prediksi 1 Syawal 1447 H

18 Maret 2026
Kapan Sidang Isbat Idulfitri 2026? Ini Jadwal Penetapan 1 Syawal 1447 H

Kapan Sidang Isbat Idulfitri 2026? Ini Jadwal Penetapan 1 Syawal 1447 H

19 Maret 2026

EDITOR'S PICK

KUR BCA 2026 Rp100 Juta: Ini Cara Pengajuan Cepat dan Langsung Cair

KUR BCA 2026 Rp100 Juta: Ini Cara Pengajuan Cepat dan Langsung Cair

24 Januari 2026
Cek Angsuran KUR BRI Februari 2026: Mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 200 Juta

Cek Angsuran KUR BRI Februari 2026: Mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 200 Juta

3 Februari 2026
Rekomendasi Dokter Spesialis Anak Terbaik di Jakarta dan Lokasi Praktik

Rekomendasi Dokter Spesialis Anak Terbaik di Jakarta dan Lokasi Praktik

22 Februari 2026
Harga Emas Antam Sepekan Terakhir Naik, Kini Tembus Rp 2,95 Juta per Gram

Harga Emas Antam Sepekan Terakhir Naik, Kini Tembus Rp 2,95 Juta per Gram

15 Februari 2026

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • Bansos
  • Beasiswa
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Info
  • Kesehatan
  • KUR
  • Pendidikan
  • PPPK
  • Saldo Dana
  • Tips dan Panduan

Recent Posts

  • Libur Lebaran ke Ancol Lebih Hemat! Beli 4 gratis 1
  • Kabar Gembira! ASN & Karyawan Swasta Bakal Libur Lebih Cepat dengan Skema WFH Baru 4 Hari Kerja
  • 10 Makanan Sehat Penurun Kolesterol Setelah Lebaran
  • Jam Layanan Bank Mandiri, BRI, BNI Saat Libur Lebaran 2026
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.