Kapan Mulai Puasa Syawal 2026? Ini Jadwal Muhammadiyah dan Pemerintah. Bulan Syawal seolah menjadi bulan yang penuh keceriaan di Indonesia. Setelah menunaikan puasa selama sebulan, muncul hari kemenangan pada tanggal 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.
Umat Muslim merayakan dengan sangat gembira, hidangan disiapkan di meja makan, dan berbagai jenis kue kering disajikan dengan indah di ruang tamu. Di balik suasana meriah Lebaran, ada ibadah sunnah yang sering terlupa, yaitu puasa di bulan Syawal.
Meskipun puasa ini tidak wajib, ia memiliki banyak keutamaan. Apa manfaat puasa Syawal dan bagaimana cara melaksanakannya? Mari kita lihat penjelasan berikut ini!
Apa Manfaat Puasa Syawal?
Puasa Syawal adalah ibadah yang dilaksanakan di bulan Syawal. Nabi Muhammad dan para sahabatnya melaksanakan ibadah ini. Bukti dari hal ini ada dalam sebuah hadits yang diceritakan oleh Imam Muslim.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Siapa yang berpuasa Ramadhan lalu mengikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, dia akan mendapatkan pahala seperti puasa selama setahun penuh. ” (HR. Muslim no. 1164).
Manfaat dari Puasa Syawal adalah setara dengan puasa selama satu tahun. Sangat sulit untuk berpuasa sepanjang tahun, karena ada hari-hari yang dilarang untuk puasa, seperti dua hari raya dan hari-hari tasyrik. Tujuan dari Puasa Syawal adalah untuk bersyukur atas selesainya Puasa Ramadhan. Selain itu, Puasa Syawal adalah bentuk ketaatan dan konsistensi dalam mengikuti ajaran Nabi Muhammad yang disebutkan dalam hadits.
Bagaimana Cara Melakukan Puasa Syawal?
Puasa Syawal, seperti puasa sunnah lainnya, memiliki cara pelaksanaan yang mirip. Niat untuk Puasa Syawal bisa diucapkan saat sahur. Kebaikan dalam menjalankan Puasa Syawal adalah sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya Puasa Ramadhan.
Selain itu, Puasa Syawal merupakan cara menunjukkan ketaatan dan kesetiaan terhadap ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad lewat hadits.
Bagaimana Niat Puasa Syawal?
Puasa Syawal, seperti puasa sunnah lainnya, memiliki cara pelaksanaan yang relatif serupa. Niat untuk Puasa Syawal bisa diucapkan saat sahur.
Berikut adalah lafadz yang bisa digunakan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ
Artinya, “Saya berniat untuk menjalankan puasa sunnah Syawal pada hari esok karena Allah swt. “
Jika Anda tiba-tiba ingin berpuasa Syawal pada hari tersebut, Anda bisa melakukannya meski tanpa sahur, asalkan Anda belum makan dan minum serta tidak melewati waktu zuhur.
Tanggal Puasa Syawal
Puasa Syawal biasanya dilaksanakan selama enam hari pertama, dari tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawal. Namun, terdapat fleksibilitas, jika Anda ingin membagi puasa ini juga diperbolehkan. Puasa Syawal bisa dilakukan hingga bulan Syawal berakhir.
Puasa ini juga bisa digabungkan dengan jenis puasa sunnah lainnya seperti puasa qadha, puasa pada hari Senin dan Kamis, serta ayyamul bid atau pertengahan bulan. Berikut adalah jadwal puasa Syawal Muhammadiyah dan NU
Versi Muhammadiyah
- 1 Syawal (Idul Fitri): Jumat, 20 Maret 2026
- Puasa Syawal (mulai 2 Syawal): Sabtu, 21 Maret 2026
- Rentang utama 6 hari: 21-26 Maret 2026
Versi Pemerintah/NU
- 1 Syawal (Idul Fitri): Sabtu, 21 Maret 2026
- Puasa Syawal (mulai 2 Syawal): Minggu, 22 Maret 2026
- Rentang utama 6 hari: 22-27 Maret 2026
Semoga setelah melewati bulan ramadan, ibadah Anda jauh lebih meningkat dari hari-hari sebelumnya. Demikian informasi mengenai puasa syawal 1447 H. Semoga bermanfaat.
Sumber
https://www.detik.com/bali/berita/d-8408092/kapan-mulai-puasa-syawal-setelah-lebaran-2026-ini-jadwal-dan-keutamaannya










