Proyek pembangunan stadion teladan di Sumatera Utara melibatkan dua sumber pendanaan, yakni APBN dan APBD. Kondisi ini membuat progres pekerjaan saling bergantung antara satu bagian dengan bagian lainnya, Senin (6/4/2026).
Kepala Satker PPS Sumatera Utara, Kurniawan, menjelaskan bahwa keterlambatan pada salah satu bagian dapat berdampak pada pekerjaan lainnya.
Dalam keterangannya, ia memaparkan skema pembiayaan proyek tersebut. Pembiayaan ini tidak hanya dari APBN saja, tetapi ada dari APBD.
“Proyek ini tidak hanya dari APBN, tetapi juga ada bagian yang dibiayai oleh APBD Kota Medan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan harus dilakukan secara berurutan.
“Karena ada sequence pekerjaan, jadi kalau bagian kami terlambat, otomatis pekerjaan dari APBD juga belum bisa masuk,” lanjutnya.
Menurutnya, koordinasi menjadi kunci dalam menyelaraskan dua sumber anggaran tersebut.
“Makanya semua harus berjalan beriringan supaya progresnya bisa maksimal,” tegasnya.

