Ketegangan antara serikat buruh dan pemerintah berpotensi meningkat setelah buruh mengancam akan menggelar aksi rutin hingga tiga kali dalam sebulan jika tuntutan mereka terkait keselamatan kerja dan hak buruh tidak segera dipenuhi, Jumat (10/4/2026).
Ketua KSPSI Sumut TM Yusuf menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika kondisi tidak berubah.
“Kami akan melakukan aksi rutin bahkan sampai tiga kali dalam sebulan jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah, karena ini menyangkut keselamatan dan hak hidup pekerja,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar tekanan, tetapi bentuk perjuangan hak.
“Ini bukan ancaman kosong, ini bentuk keseriusan kami untuk memperjuangkan hak buruh yang selama ini diabaikan,” katanya.
Di sisi lain, Kadisnaker Sumut Yuliani Siregar menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap aspirasi buruh.
“Kami akan terus menindaklanjuti setiap laporan dan aspirasi yang masuk, karena memang itu menjadi tanggung jawab kami sebagai pemerintah,” ujarnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas.
“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan mengedepankan dialog, sehingga setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan baik tanpa harus menimbulkan konflik yang lebih besar,” katanya.

