Aksi pencurian dengan modus nekat terjadi saat situasi lengah menjelang waktu tutup toko. Seorang karyawan menjadi korban perampasan handphone di dalam ruangan kerja, ketika kondisi sekitar sepi dan aktivitas karyawan mulai menurun. Peristiwa ini diduga telah direncanakan oleh pelaku yang memanfaatkan celah minimnya pengawasan serta posisi korban yang tidak terlihat dari luar, Jumat (10/4/2026).
Narasumber Halimah, yang merupakan rekan kerja korban sekaligus saksi di lokasi, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dirinya sedang fokus bekerja dan tidak menyadari adanya pergerakan mencurigakan di sekitar ruangan.
Ia menggambarkan situasi saat itu sedang dalam kondisi santai setelah jam istirahat, di mana dirinya tengah membalas laporan pekerjaan, sementara korban berada dalam posisi beristirahat di dalam ruangan tanpa menyadari adanya ancaman dari luar.
“Waktu itu saya lagi fokus kerja, baru habis istirahat dan lagi balas laporan, jadi perhatian memang ke layar. Kakak itu lagi tiduran di situ, dan posisi ruangan juga agak tertutup, jadi dari luar tidak kelihatan aktivitas di dalam,” ujarnya.
Halimah juga mengungkapkan bahwa pelaku diduga sudah mengetahui kondisi ruangan dan posisi korban sebelum beraksi. Hal ini terlihat dari cara pelaku yang langsung mengambil handphone tanpa ragu.
“Awalnya cuma kelihatan tangan dari luar, saya kira orang iseng. Tapi tiba-tiba kakaknya teriak bilang HP-nya diambil. Dari situ baru sadar ternyata memang dirampas, dan pelaku langsung kabur,” katanya.
Menurutnya, aksi tersebut berlangsung sangat cepat sehingga tidak sempat dicegah. Saat korban keluar untuk mengejar, pelaku sudah melarikan diri menggunakan sepeda motor yang telah disiapkan.
“Refleks kami langsung keluar, tapi pelakunya sudah naik motor dan kabur. Memang mereka dua orang, satu yang ambil, satu lagi sudah standby di motor untuk kabur,” jelasnya.
Lebih lanjut, Halimah menyebut bahwa kondisi lingkungan sekitar yang cenderung sepi pada malam hari menjadi faktor pendukung terjadinya aksi tersebut. Apalagi kejadian berlangsung saat mendekati waktu tutup, ketika aktivitas sudah mulai berkurang.
“Di sini memang kalau sudah habis magrib itu sudah sepi, apalagi mendekati jam tutup. Kejadiannya sekitar jam 8 lewat, jadi memang suasana sudah lengah,” ungkapnya.
Ia juga menduga kuat bahwa pelaku telah memantau situasi sebelumnya, termasuk posisi korban yang tidak terlihat dari luar karena terhalang kursi dan tata letak ruangan.
“Kemungkinan sudah dipantau sebelumnya, karena posisi korban itu sebenarnya tidak kelihatan dari luar. Jadi pelaku sepertinya sudah tahu celahnya,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, satu unit iPhone 13 milik korban raib dibawa pelaku. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha dan karyawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat jam-jam rawan menjelang penutupan operasional.


