Pelaksanaan Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara menghadirkan terobosan baru dalam sistem penyelenggaraan kompetisi sepak bola di daerah. Untuk pertama kalinya, Asprov PSSI Sumatera Utara tidak lagi bertindak langsung sebagai penyelenggara pertandingan, melainkan menyerahkan pengelolaan kepada pihak operator swasta. Langkah ini dinilai sebagai upaya mendorong profesionalitas kompetisi sekaligus meminimalisasi potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan pertandingan.
Pelaksana Tugas Ketua Asprov PSSI Sumut, Arya Sinulingga, menjelaskan bahwa selama ini penyelenggaraan Liga 4 di berbagai daerah masih ditangani langsung oleh PSSI provinsi. Namun, Sumatera Utara memilih mengambil langkah berbeda dengan melibatkan pihak ketiga sebagai operator.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan terobosan baru yang belum pernah diterapkan di daerah lain.
“Liga 4 biasanya di seluruh Indonesia, di PSSI Provinsi, itu tidak pernah pakai operator. Biasanya PSSI-nya yang jadi penyelenggara. Jadi, baru pertama kali di Indonesia, PSSI Provinsi membuat operatornya,” ujarnya saat sambutan, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, pemisahan peran ini bertujuan agar PSSI dapat lebih fokus menjalankan fungsi sebagai regulator tanpa terlibat langsung dalam teknis pertandingan.
Ia menilai hal tersebut penting untuk menjaga integritas kompetisi.
“Jadi jangan lagi PSSI ini mencampuri urusan penyelenggaraan pertandingan. Tujuannya apa? Supaya profesional, supaya PSSI-nya fokus saja kepada regulasi dan menjadi regulator,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan operator swasta diharapkan mampu menghadirkan sistem kompetisi yang lebih profesional dan transparan.
Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi sepak bola Sumatera Utara.
“Karena kita serahkan kepada operator swasta sehingga mereka bisa menyelenggarakan dengan profesional. Ini mudah-mudahan yang pertama di Indonesia kita lakukan,” tambahnya.
Selain itu, Arya juga mengungkapkan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 17 klub dengan total 50 pertandingan, serta diklaim sebagai salah satu kompetisi paling efisien dari sisi biaya.










