Kalau baru mulai minum kopi, Arabika biasanya menjadi pilihan yang lebih mudah dinikmati karena rasanya cenderung lembut dan aromanya lebih beragam. Sementara itu, Robusta cocok untuk Anda yang menyukai kopi dengan rasa lebih kuat dan pahit.
Kalau masih bingung harus membeli yang mana, panduan berikut bisa membantu Anda memilih sesuai selera.
Kenapa Banyak Pemula Bingung Memilih?
Saat melihat rak kopi di minimarket atau menu di kedai, nama Arabika dan Robusta hampir selalu muncul. Karena belum mengetahui perbedaannya, banyak orang akhirnya memilih berdasarkan harga, kemasan, atau rekomendasi orang lain.
Padahal, pilihan pertama sering menentukan apakah pengalaman minum kopi terasa menyenangkan atau justru membuat Anda berpikir bahwa kopi terlalu pahit.
Pilih Arabika Jika Ingin Mulai Menikmati Kopi Hitam
Kalau tujuan Anda adalah belajar menikmati kopi tanpa gula, Arabika biasanya lebih ramah untuk pemula.
Rasa pahitnya umumnya tidak terlalu kuat. Selain itu, beberapa kopi Arabika memiliki aroma yang mengingatkan pada cokelat, karamel, kacang, atau buah sehingga rasanya terasa lebih ringan.
Meski begitu, setiap Arabika tetap bisa memiliki cita rasa yang berbeda. Daerah asal, cara pengolahan, dan tingkat sangrai ikut memengaruhi hasil akhirnya.
Pilih Robusta Jika Menyukai Kopi yang Lebih Kuat
Sebagian orang justru mencari sensasi kopi yang lebih pekat. Jika Anda termasuk tipe tersebut, Robusta bisa menjadi pilihan yang tepat.
Robusta memiliki rasa yang lebih kuat dan kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan Arabika. Karena itu, jenis kopi ini sering digunakan untuk espresso dan berbagai minuman kopi susu agar rasa kopinya tetap terasa meski dicampur susu.
Kalau Anda sering memesan cappuccino, latte, atau espresso di kedai kopi, kemungkinan besar Anda sudah pernah menikmati Robusta atau campuran Arabika dan Robusta.
Masih Bingung? Gunakan Panduan Sederhana Ini
Pilih Arabika jika Anda:
- Baru pertama kali mencoba kopi hitam.
- Tidak terlalu menyukai rasa pahit.
- Ingin menikmati aroma kopi yang lebih beragam.
Pilih Robusta jika Anda:
- Menyukai kopi yang terasa lebih kuat.
- Sering minum espresso.
- Lebih sering membuat kopi susu di rumah.
- Menginginkan kandungan kafein yang lebih tinggi.
Kalau masih ragu, mulailah dari Arabika. Setelah mulai terbiasa menikmati kopi, Anda bisa mencoba Robusta untuk merasakan karakter yang berbeda.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Banyak orang menyimpulkan dirinya tidak suka kopi, padahal penyebabnya sering berasal dari cara memilih atau menyeduhnya.
Beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi antara lain:
- Langsung membeli kopi dengan tingkat sangrai gelap sehingga rasa pahit terasa lebih dominan.
- Menggunakan takaran kopi terlalu banyak saat menyeduh.
- Membeli kopi hanya karena harganya murah tanpa mengetahui karakter rasanya.
- Menganggap semua kopi memiliki cita rasa yang sama.
Kalau mengalami hal tersebut, jangan langsung menyerah. Mencoba jenis kopi atau tingkat sangrai yang berbeda sering kali memberikan pengalaman yang jauh lebih menyenangkan.
Tidak Perlu Langsung Menentukan Favorit
Banyak penikmat kopi tidak hanya menyukai satu jenis biji kopi. Ada yang memilih Arabika untuk dinikmati tanpa gula, tetapi tetap menggunakan Robusta saat membuat espresso atau kopi susu.
Karena itu, tidak masalah jika pilihan pertama Anda berubah setelah mencoba beberapa jenis kopi. Justru dari situlah Anda akan menemukan rasa yang paling sesuai dengan selera.
Kesimpulan
Jika Anda masih mencari kopi pertama, Arabika umumnya menjadi pilihan yang lebih aman karena rasanya lebih lembut dan mudah dinikmati. Namun, jika sejak awal Anda menyukai kopi yang pekat dengan sensasi lebih kuat, Robusta juga layak dicoba.
Tidak ada pilihan yang benar atau salah. Mulailah dari jenis kopi yang sesuai dengan cara Anda menikmati kopi, lalu cobalah berbagai variasi agar lebih mudah menemukan favorit.
Baca juga: Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta: Rasa, Kafein, Harga, dan Cara Memilih untuk mengetahui perbedaan keduanya secara lebih lengkap sebelum membeli biji kopi.






