Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial pada tahun 2026 melalui sejumlah program utama, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Masyarakat kini bisa mengecek status penerima bansos dengan lebih mudah tanpa harus datang ke kantor desa atau dinas sosial.
Cukup menggunakan HP dan koneksi internet, proses pengecekan dapat dilakukan secara online melalui layanan resmi Kementerian Sosial.
Cara Cek Penerima PKH dan BPNT 2026
Kementerian Sosial menyediakan dua layanan resmi untuk mengecek status bansos, yaitu aplikasi Cek Bansos dan website resmi Kemensos.
1. Cek Lewat Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store atau App Store.
- Lakukan registrasi akun baru.
- Isi data diri seperti NIK, nama lengkap, alamat, nomor HP, dan foto KTP.
- Login lalu pilih menu Cek Bansos.
- Masukkan data wilayah sesuai domisili.
- Input nama lengkap sesuai KTP.
- Masukkan captcha lalu klik Cari Data.
2. Cek Lewat Website Resmi Kemensos
- Buka website resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan wilayah domisili.
- Isi nama lengkap penerima manfaat.
- Masukkan kode verifikasi.
- Klik tombol pencarian data.
Penyebab Bansos Belum Cair
- Data kependudukan belum sinkron
- Masih proses verifikasi
- Penyaluran dilakukan bertahap
- Perubahan data penerima
- Kendala distribusi bank penyalur atau PT Pos
Besaran Bantuan PKH 2026
- Ibu hamil/nifas: Rp3.000.000 per tahun
- Anak usia dini: Rp3.000.000 per tahun
- Penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000 per tahun
- Lansia: Rp2.400.000 per tahun
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun
- Siswa SMP: Rp1.500.000 per tahun
- Siswa SMA: Rp2.000.000 per tahun
BPNT diberikan sebesar Rp200.000 per bulan dan biasanya dicairkan setiap tiga bulan.
Jadwal Pencairan PKH dan BPNT 2026
- Tahap 1: Januari – Maret
- Tahap 2: April – Juni
- Tahap 3: Juli – September
- Tahap 4: Oktober – Desember
Pastikan selalu mengecek bansos melalui layanan resmi pemerintah agar terhindar dari penipuan dan informasi palsu.
Sumber:
https://cekbansos.kemensos.go.id/