Niat Qadha Puasa di Syawal, Boleh Digabung? Kalender Hijriah saat ini menunjukkan bahwa umat Islam sedang berada di bulan Syawal, yang merupakan bulan setelah Ramadhan.
Di bulan ini, ada anjuran untuk melakukan puasa sunnah sebanyak enam hari.
Di sisi lain, bagi umat Islam yang masih mempunyai utang puasa dari bulan Ramadhan, sangat disarankan untuk segera mengerjakannya.
Hal ini sering menimbulkan pertanyaan, bagaimana jika seseorang ingin mengganti puasa Ramadhan di bulan Syawal?
Bagaimana pula hukum untuk menggabungkan kedua puasa tersebut?
Apakah ada bacaan niat untuk mengganti puasa Ramadhan di bulan Syawal?
Hukum Menggabungkan Puasa Qadha dengan Puasa Syawal
Ada dua pandangan berlawanan dari para ulama mengenai hukum menggabungkan puasa qadha dengan puasa Syawal.
Hal ini dijelaskan oleh Ustaz Syam dalam salah satu video di kanal YouTube Trans TV Official.
Menurut mazhab Syafi’i, jika puasa qadha dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan puasa sunnah, maka niat yang diucapkan adalah niat puasa qadha.
Walaupun niat yang diucapkan adalah niat qadha, puasa sunnah tetap termasuk dalam niat tersebut.
“Jika puasa Qadha, niatnya harus jelas. Maka para ulama dalam i’anatut tholibin menyatakan bahwa jika ada orang yang sudah terpikirkan dan berniat untuk puasa mengganti puasa Ramadhan, itu juga sudah termasuk puasa sunnahnya. Misalnya, jika itu dilakukan di bulan Rajab, ayyamul bidh, atau di hari Kamis, dia cukup mengucapkan niat puasa qadha Ramadhan besok, itu juga sudah mencakup puasa Ayyamul Bidh, puasa Senin-Kamis,” papar Ustaz Syam di YouTube Trans TV Official yang dilansir dari detik.com, Senin (23/3/2026).
Berbeda pandangan datang dari ulama mazhab Hambali.
Mereka berpendapat bahwa tidak boleh menggabungkan niat antara puasa sunnah (termasuk Syawal) dan qadha Ramadhan.
Ini dikarenakan keduanya adalah jenis puasa yang berbeda.
“Tidak diperbolehkan untuk menggabungkan dua niat dalam satu ibadah.
Puasa sunnah seseorang tidak akan sah jika mereka belum mengganti puasa qadhanya, ini berdasarkan pendapat Hanabilah,” jelas Ustaz Syam.
Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Syawal
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Terlepas dari dua pandangan ini, jika seseorang ingin melakukan puasa qadha Ramadhan di bulan Syawal, maka yang perlu diucapkan hanyalah niat untuk puasa qadha tersebut.
Niat puasa qadha di bulan Syawal tidak berbeda dari bacaan niat puasa qadha pada waktu lain, artinya tidak ada niat khusus.
Berikut ini adalah bacaan niat puasa qadha Ramadhan yang diambil dari laman Kementerian Agama (Kemenag RI):
وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya berniat untuk mengganti puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT. “
Niat Puasa Syawal
Sementara itu, bacaan niat untuk puasa Syawal berdasarkan buku “Yang Perlu Dilakukan Muslimah Sepanjang Tahun” oleh Khayeera Indana Hulwah dan Aliyah Tsurayya, yaitu:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunnah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala. “
Demikianlah penjelasan mengenai bacaan niat puasa qadha di bulan Syawal beserta hukum untuk menggabungkannya.
Semoga informasi ini dapat menjawab pertanyaan Anda.
Sumber :
https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8412515/niat-mengqadha-puasa-ramadhan-di-bulan-syawal-serta-hukum-menggabungkannya










