Shalat Idul Fitri menjadi salah satu ibadah penting yang dilakukan umat Muslim saat merayakan hari kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan. Ibadah ini dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka pada pagi hari tanggal 1 Syawal. Meski hanya dilakukan setahun sekali, masih banyak masyarakat yang belum memahami tata cara pelaksanaannya sesuai sunnah. Berikut panduan lengkap yang bisa dijadikan acuan:
Pengertian dan Hukum Shalat Idul Fitri
Shalat Idul Fitri adalah shalat sunnah yang dilaksanakan pada pagi hari saat Hari Raya Idul Fitri. Ibadah ini memiliki hukum sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
Shalat ini menjadi simbol rasa syukur setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Selain itu, momen ini juga menjadi ajang berkumpulnya umat Muslim dalam suasana penuh kebersamaan dan kebahagiaan. Karena sifatnya sangat dianjurkan, umat Muslim dianjurkan untuk tidak melewatkan shalat Idul Fitri tanpa alasan yang jelas.
Menurut pendapat yang lebih kuat, hukum shalat ‘ied adalah wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang dalam keadaan mukim. Dalil dari hal ini adalah hadits dari Ummu ‘Athiyah, beliau berkata,
أَمَرَنَا – تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘ied (Idul Fithri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beanjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.”
Tata Cara Shalat Idul Fitri Sesuai Sunnah
Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat dan memiliki perbedaan dengan shalat pada umumnya, terutama pada jumlah takbir. Dilansir dari laman nu.or.id, berikut tata caranya:
- Pertama adalah niat shalat Idul Fitri di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (membaca Allâhu akbar), dan disunnahkan untuk melafalkan niat sebelumnya.
Berikut lafal niatnya,
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman (jika jadi imam pakai “imaman”) lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala - Membaca doa ifititah, kemudian disunnahkan untuk tabir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela tiap takbir dianjurkan untuk membaca lafal berikut,
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau bisa juga lafal ini,
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.” - Membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu disunnahkan untuk membaca surat Al-A’la, lalu dilanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
- Setelah takbir untuk berdiri rakaat kedua, disunnahkan untuk takbir sebanyak lima kali seperti takbir pada rakaat pertama. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah. Lalu lanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
- Selesai salam, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib terlebih dulu, jangan dulu beranjak dari tempat.
Sunnah-Sunnah Mengiringi Hari Raya
Untuk meraih pahala yang lebih maksimal, perhatikan adab-adab sebelum menuju tempat shalat berikut ini:
- Aturan Makan: Sebelum berangkat shalat Idul Fitri, sempatkanlah untuk makan terlebih dahulu. Hal ini merupakan sunnah sebelum shalat Idul Fitri yang membedakannya dengan Idul Adha, di mana kita disunnahkan makan setelah shalat.
- Pakaian Terbaik: Kenakanlah pakaian terbaik hari raya menurut Rasulullah yang Anda miliki. Gunakan pula wewangian (parfum) secukupnya bagi laki-laki tanpa berlebihan.
- Berjalan Kaki & Membedakan Rute: Berangkatlah menuju tempat shalat dengan berjalan kaki sambil mengumandangkan takbir. Saat pulang, ambillah jalan yang berbeda dari jalan yang Anda lalui saat berangkat.
- Kehadiran Wanita dan Anak-anak: Ajaklah seluruh anggota keluarga menuju lapangan. Bahkan, wanita yang sedang haid pun tetap dianjurkan hadir untuk mendengarkan khutbah dan menyaksikan syiar Islam, namun mereka harus memisahkan diri dari tempat shalat.
Sumber referensi
https://www.nu.or.id/nasional/tata-cara-sholat-idul-fitri-lengkap-dengan-niat-dan-artinya-YnBoy










