Pemerintah Kota Medan kembali menggelar program Mudik Bareng 2026 dengan memberangkatkan ribuan warga menuju kampung halaman. Kegiatan yang berlangsung di Terminal Amplas ini disambut antusias masyarakat dan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memfasilitasi perjalanan mudik secara gratis, aman, dan nyaman.
Program tahunan yang telah memasuki tahun kelima ini memberangkatkan total 4.000 peserta menggunakan ratusan armada bus menuju berbagai daerah di Sumatera Utara. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap ke sejumlah kota tujuan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa tradisi mudik memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.
“Tradisi mudik ini adalah tradisi yang selalu dilakukan masyarakat Indonesia. Setiap tahun orang pulang ke kampung halaman untuk menjenguk keluarga dan sanak saudara. Itu menjadi hal yang penting bagi masyarakat kita,” kata Rico Waas, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, kebersamaan dengan keluarga menjadi inti dari perayaan Idulfitri yang tidak tergantikan.
“Karena pertemuan dengan keluarga itu yang menjadikan Lebaran terasa lengkap. Kalau Lebaran sendiri-sendiri sebenarnya bisa saja, tapi rasanya tidak lengkap. Lengkap itu kalau bisa bertemu keluarga, saling bermaaf-maafan, bertemu orang tua jika masih ada, dan menghabiskan waktu bersama di kampung halaman,” jelas Rico Waas.
Ia menambahkan, meski jumlah peserta yang difasilitasi masih terbatas, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kuota pada tahun berikutnya.
“Diakui jumlah tersebut masih belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis tersebut. Karena itu, Pemko Medan berencana menambah kuota pada tahun-tahun mendatang”, ungkap Rico Waas.










