Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara terus mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu strategi memperkuat ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 6.100 koperasi Merah Putih telah berdiri di desa dan kelurahan di Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, 5.830 koperasi telah aktif di Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan (Simkopdes), sementara 1.021 koperasi sudah menjalankan usaha gerai kebutuhan pokok masyarakat.
Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Pratiwi Mulya Ningrum, menyebutkan pembangunan sarana koperasi juga terus berjalan.
“Sekarang sudah terdapat 2.645 titik lahan untuk pembangunan fisik koperasi, 527 titik di antaranya sudah dalam proses pembangunan dan 34 sudah selesai pembangunannya 100%, ” ujar Kabid Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Pratiwi Mulya Ningrum, saat dilihat berdasarkan keterangan tertulis dari info sumut, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, koperasi merah putih memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai jenis usaha yang dibutuhkan masyarakat, seperti gerai sembako, klinik atau apotek, pergudangan, hingga layanan simpan pinjam.
“Koperasi Merah Putih Medan Krio ini bisa menjadi contoh baik, bagaimana kita berupaya mewujudkan inovasi dan kreativitas dalam membangun bisnis koperasi. Koperasi ini berazaskan kemandirian dan gotong royong, sehingga diharapkan dari anggota bisa mandiri dalam pengelolaannya tanpa bergantung dari pihak luar,” kata Pratiwi.
Ia berharap masyarakat dapat aktif menjadi anggota koperasi untuk memperkuat ekonomi di tingkat desa.
“Harapan ke depan masyarakat Sumut bisa mandiri bersama membentuk kekuatan sapu lidi artinya dari orang per orang membentuk kekuatan bersama dalam koperasi yang ada di wilayahnya. Sebagai masyarakat kita perlu masuk menjadi anggota koperasi untuk membangun perekonomian nasional dari level desa, ” harap Pratiwi.










