Minggu, 22 Maret 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • Beranda
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Info
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Beranda
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Info
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Perbedaan 1 Syawal 1447 Hijriah di Tahun 2026 Terjadi Lagi, Apa Penyebabnya?

Frida Yanti by Frida Yanti
20 Maret 2026
in Info
0
Perbedaan 1 Syawal 1447 Hijriah di Tahun 2026 Terjadi Lagi, Apa Penyebabnya?

Perbedaan 1 Syawal 1447 Hijriah di Tahun 2026 Terjadi Lagi, Apa Penyebabnya?

Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 kembali berpotensi tidak serentak di Indonesia. Fenomena ini bukan hal baru, namun selalu menjadi perhatian publik setiap tahun karena menyangkut momen penting umat Islam. Tahun ini, perbedaan diperkirakan terjadi antara Jumat, 20 Maret 2026 dan Sabtu, 21 Maret 2026.

Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan oleh pemerintah dan organisasi Islam. Lalu, apa sebenarnya penyebabnya? Berikut penjelasan lengkap dan aktual yang perlu Anda ketahui.



Potensi Perbedaan 1 Syawal 2026

Berdasarkan analisis astronomi dan penetapan organisasi Islam:

  • Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026
  • Pemerintah berpotensi menetapkan 21 Maret 2026, menunggu hasil sidang isbat

Dilansir dari laman cnbcindonesia Perbedaan ini muncul karena posisi hilal pada 19 Maret 2026 berada dalam kondisi “batas kritis” atau ambang visibilitas. Artinya, secara perhitungan sudah memenuhi sebagian syarat, tetapi belum tentu terlihat secara langsung.



Penyebab Utama Perbedaan 1 Syawal 1447 H

1. Perbedaan Metode

Penyebab paling mendasar adalah perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan:

  1. Hisab (perhitungan astronomi)
    Digunakan oleh Muhammadiyah. Penentuan cukup berdasarkan posisi bulan di atas ufuk.
  2. Rukyat (pengamatan langsung hilal)
    Digunakan pemerintah dan NU, dengan verifikasi visual di lapangan.

Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.



2. Perbedaan Kriteria Visibilitas Hilal

Pemerintah Indonesia menggunakan standar MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) dengan syarat:

  • Tinggi hilal minimal 3 derajat
  • Elongasi minimal 6,4 derajat

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan prinsip wujudul hilal, yaitu cukup jika bulan sudah berada di atas ufuk tanpa melihat batas minimal derajat tertentu. Perbedaan standar ini menjadi faktor utama munculnya perbedaan tanggal.



3. Posisi Hilal yang “Kritis” di Tahun 2026

Data astronomi menunjukkan:

  • Ketinggian hilal sekitar 3–4 derajat
  • Elongasi sekitar 6,3–6,4 derajat
  • Cahaya hilal sangat tipis (sekitar 0,22%)

Kondisi ini membuat hilal:

  • Secara teori sudah ada
  • Namun sulit terlihat secara kasat mata

Inilah yang menyebabkan kemungkinan hasil rukyat berbeda dengan hasil hisab.



4. Perbedaan Konsep Hilal Lokal dan Global

Faktor lain adalah perbedaan konsep wilayah pengamatan:

  • Versi Pemerintah hanya berlaku jika terlihat di Indonesia
  • Versi Muhammadiyah berlaku jika terlihat di salah satu wilayah dunia

Akibatnya, meskipun hilal terlihat di negara lain, belum tentu diakui sebagai awal Syawal di Indonesia.



Kenapa Perbedaan Ini Terus Terjadi?

Perbedaan 1 Syawal sebenarnya bukan kesalahan, melainkan konsekuensi dari:

  • Perbedaan ijtihad
  • Perbedaan metode ilmiah
  • Perbedaan kriteria astronomi

Selama belum ada kesepakatan global tunggal, perbedaan ini berpotensi terus terjadi di masa mendatang.



Kesimpulan

Perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada tahun 2026 tidak terjadi tanpa sebab. Fenomena ini merupakan hasil dari kombinasi faktor ilmiah dan perbedaan pendekatan metodologis dalam menentukan awal bulan Hijriah. Salah satu penyebab utamanya adalah perbedaan penggunaan metode hisab dan rukyat. Sebagian pihak menetapkan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), sementara pihak lain tetap mengandalkan pengamatan langsung hilal (rukyat) sebagai penentu utama.

Selain itu, perbedaan juga muncul dari kriteria visibilitas hilal yang digunakan. Setiap metode memiliki standar masing-masing terkait tinggi dan posisi bulan yang dianggap memenuhi syarat untuk menandai awal bulan baru. Pada tahun 2026, posisi hilal berada dalam kondisi ambang batas, yaitu secara perhitungan sudah memenuhi sebagian kriteria, namun secara visual belum tentu dapat terlihat dengan jelas. Kondisi ini semakin memperbesar potensi terjadinya perbedaan penetapan.

Sumber

https://www.cnbcindonesia.com/research/20260217072417-128-711484/apa-perbedaan-rukyat-hilal-hisab-dalam-menentukan-awal-ramadan-2026?

 

Tags: 1 syawal 1447 hijriahhilal 2026 indonesiakapan idul fitri 2026lebaran beda 2026metode hisab dan rukyatpenyebab perbedaan lebaran 2026perbedaan 1 syawal 2026sidang isbat 2026
Next Post
Tutorial Belajar Matematika Modern: Panduan Lengkap Pakai AI dan Visualisasi Digital

Tutorial Belajar Matematika Modern: Panduan Lengkap Pakai AI dan Visualisasi Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Kumpulan Ucapan Selamat Lebaran 2026 Lengkap dengan Kata Permintaan Maaf

Kumpulan Ucapan Selamat Lebaran 2026 Lengkap dengan Kata Permintaan Maaf

20 Maret 2026
Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah 2026? Simak Penentuan Tanggal 1 Syawal Berikut

Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah 2026? Simak Penentuan Tanggal 1 Syawal Berikut

19 Maret 2026
Perkiraan Idul Fitri 2026 Berdasarkan NU, Muhammadiyah, BRIN, dan BMKG

Perkiraan Idul Fitri 2026 Berdasarkan NU, Muhammadiyah, BRIN, dan BMKG

17 Maret 2026
Sidang Isbat Lebaran 2026: Catat Tanggal, Tahapan dan Prediksi 1 Syawal 1447 H

Sidang Isbat Lebaran 2026: Catat Tanggal, Tahapan dan Prediksi 1 Syawal 1447 H

18 Maret 2026
Kapan Sidang Isbat Idulfitri 2026? Ini Jadwal Penetapan 1 Syawal 1447 H

Kapan Sidang Isbat Idulfitri 2026? Ini Jadwal Penetapan 1 Syawal 1447 H

19 Maret 2026

EDITOR'S PICK

Lebaran 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Prediksi Pemerintah dan Muhammadiyah

Lebaran 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Prediksi Pemerintah dan Muhammadiyah

17 Maret 2026
5 Rekomendasi SD Terbaik di Pematang Siantar Lengkap dengan Alamatnya

5 Rekomendasi SD Terbaik di Pematang Siantar Lengkap dengan Alamatnya

14 Maret 2026
Dokter Obgyn Terbaik di Yogyakarta: Spesialis Kandungan yang Paling Dicari

Dokter Obgyn Terbaik di Yogyakarta: Spesialis Kandungan yang Paling Dicari

14 Maret 2026
Ini 7 Rekomendasi Kampus Swasta Terbaik di Medan, Kualitas Tidak Kalah dengan PTN

Ini 7 Rekomendasi Kampus Swasta Terbaik di Medan, Kualitas Tidak Kalah dengan PTN

12 Maret 2026

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • Bansos
  • Beasiswa
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Info
  • Kesehatan
  • KUR
  • Pendidikan
  • PPPK
  • Saldo Dana
  • Tips dan Panduan

Recent Posts

  • 12+ Rekomendasi Wisata di Malang untuk Libur Lebaran 2026, Seru untuk Semua Usia!
  • Jam Operasional dan Harga Tiket Solo Safari Saat Lebaran 2026, Cek Info Terbarunya
  • Melahirkan Normal Tanpa Jahit: 5 Tips Ampuh Agar Persalinan Lebih Nyaman
  • 10 Tempat Wisata Solo Terbaik untuk Libur Lebaran 2026, Wajib Masuk Wishlist!
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.