Portal Anjungan Satu Data Daerah (PASADA) yang dikembangkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut kini tidak hanya memuat data kebencanaan, tetapi juga berbagai informasi penting lainnya yang berkaitan dengan dampak sosial dan ekonomi akibat bencana.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai data dampak bencana yang terjadi di Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir. Informasi yang ditampilkan mencakup jumlah korban, kerusakan rumah, lahan pertanian, ternak, hingga fasilitas umum yang terdampak bencana selama periode 2020 hingga 2023.
Selain itu, BPS juga melakukan pendataan langsung terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana di sejumlah daerah.
“Kami juga sudah mentracking bangunan usaha yang rusak, yang masih beroperasi ataupun yang sudah tidak ada. Semua sudah kami kunjungi saat ground check di daerah bencana seperti Tapteng dan Tapsel. Data ini nantinya akan kami jadikan pedoman untuk sensus ekonomi 2026,” jelas Asim, berdasarkan kete.
Tidak hanya terkait kebencanaan, portal PASADA juga sedang mengembangkan dashboard khusus yang memuat data penyalahgunaan narkoba di wilayah Sumatera Utara.
“Dashboardnya sudah kita kembangkan, di mana sumber datanya nanti dari pihak keamanan seperti Babinsa dan Babinkamtibmas yang mengetahui persis bagaimana korban narkoba dengan mapping di wilayah desa. Jadi tools-nya disiapkan BPS, operasionalnya nanti oleh BNN provinsi,” kata Asim.
Ia berharap sistem data terpadu ini dapat membantu pemerintah daerah dalam mengelola informasi pembangunan secara lebih efektif serta memperkuat perencanaan kebijakan berbasis data.
“Portal ini menjadi sistem terintegrasi yang memungkinkan perangkat daerah Provinsi Sumatera Utara mengelola dan mempublikasikan data, sehingga data dapat diakses secara terbuka dalam berbagai visualisasi yang menarik,” jelasnya.










