Jumat, 7 Agustus 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Prediksi 1 Syawal 1447 H: Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan BRIN

Ahmad Rian by Ahmad Rian
18 Maret 2026
in Berita, Info
0
Prediksi 1 Syawal 1447 H: Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan BRIN

Prediksi 1 Syawal 1447 H: Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan BRIN

Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, penentuan tanggal 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi topik yang banyak diperbincangkan. Setiap tahunnya, perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah kerap menimbulkan perbedaan prediksi antara berbagai pihak, seperti pemerintah, Muhammadiyah, dan lembaga riset.

Untuk tahun 2026 atau 1447 Hijriah, prediksi Lebaran kembali menjadi perhatian masyarakat. Pemerintah Indonesia, Muhammadiyah, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional memiliki pendekatan masing-masing dalam menentukan awal Syawal.

Lantas, kapan 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.



Prediksi Lebaran 2026 Menurut Pemerintah

Kementerian Agama Republik Indonesia memperkirakan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perkiraan ini merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang telah disusun secara resmi.

Namun, tanggal tersebut masih bersifat sementara. Penetapan resmi akan diumumkan setelah pelaksanaan sidang isbat yang dijadwalkan pada 19 Maret 2026. Dalam proses penentuan tersebut, pemerintah menggunakan dua metode, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan).




Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria yang telah disepakati oleh negara anggota MABIMS, maka 1 Syawal akan ditetapkan keesokan harinya. Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

Jadwal Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal bahwa Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Penentuan tersebut menggunakan metode hisab dengan pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan perhitungan, ijtimak menjelang Syawal terjadi pada 19 Maret 2026 dini hari. Dengan terpenuhinya parameter global, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.



Prediksi Lebaran 2026 Menurut NU

Nahdlatul Ulama juga memperkirakan Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sebagaimana tercantum dalam kalender Almanak NU.

Meski demikian, penetapan tersebut belum final karena masih menunggu hasil rukyatul hilal di akhir Ramadan. NU menggunakan metode imkan rukyah dengan kriteria tertentu, seperti tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.



Analisa Prediksi Lebaran 2026 dari BRIN

Berdasarkan kajian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, terdapat potensi perbedaan dalam penentuan Idul Fitri 2026. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan antara konsep hilal lokal dan hilal global.

Hilal lokal, yang digunakan oleh pemerintah dan NU, mengacu pada kondisi visibilitas bulan di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Sementara itu, hilal global yang digunakan Muhammadiyah tidak dibatasi wilayah, sehingga jika hilal terlihat di satu tempat di dunia, maka berlaku secara global.

Menurut analisis astronomi, posisi hilal pada 19 Maret 2026 di kawasan Asia Tenggara diperkirakan belum memenuhi kriteria MABIMS. Oleh karena itu, Idul Fitri kemungkinan besar jatuh pada 21 Maret 2026.

Namun, jika menggunakan kriteria KHGT seperti Muhammadiyah, posisi bulan sudah memenuhi syarat sehingga Lebaran bisa jatuh lebih awal, yaitu 20 Maret 2026.



Kesimpulan

Dengan adanya perbedaan metode ini, masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah melalui sidang isbat sebagai penetapan akhir Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Tags: 1 syawal 1447 hijriahanalisa brin lebaran 2026jadwal hari raya idul fitri 2026jadwal lebaran 2026 pemerintahkalender hijriah 2026kapan idul fitri 2026lebaran 2026 muhammadiyahlebaran 2026 numetode hisab dan rukyatpenetapan lebaran 2026perbedaan lebaran 2026prediksi idul fitri 1447 hprediksi lebaran 2026sidang isbat 2026tanggal lebaran 2026 indonesia
Next Post

Sidang Isbat Lebaran 1447 H Digelar 19 Maret, Kemenag Ungkap Posisi Hilal dan Peluang Perbedaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi terkini di Indonesia, Saldo Dana, Gopay, E Wallet, Informasi bantuan sosial, bantuan pendidikan, beasiswa dan desil serta informasi update lainnya

  • BPJS
  • CPNS
  • Info
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.