Puasa Syawal Berapa Hari? Ini Aturan dan Keutamaannya. Setelah menyelesaikan ibadah puasa di bulan Ramadan, umat Islam disarankan untuk meneruskan amal baik dengan melakukan puasa sunah di bulan Syawal.
Namun, banyak yang masih bertanya, berapa hari sebenarnya puasa Syawal itu? Berikut adalah informasinya yang dilansir dari metrotvnews.com.
Apa Itu Puasa Syawal?
Puasa Syawal adalah salah satu ibadah sunah yang memiliki keutamaan yang besar.
Selain meningkatkan pahala, puasa ini juga menjadi pelengkap ibadah setelah Ramadan.
Puasa Syawal Berapa Hari?
Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal.
Hal ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang berpuasa Ramadan dan dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa selama setahun. ” (HR. Muslim no. 1164)
Jumlah enam hari ini tidak bisa dikurangi, karena itu adalah bagian dari keutamaan yang dijanjikan dalam hadis tersebut.
Kapan Puasa Syawal Dilaksanakan?
Puasa Syawal bisa dimulai pada tanggal 2 Syawal, karena pada 1 Syawal umat Islam dilarang berpuasa (Hari Raya Idulfitri).
Pelaksanaan puasa ini juga fleksibel, yaitu:
- Bisa dilakukan terus menerus selama enam hari.
- Atau bisa juga dilakukan secara terpisah (tidak berurutan) sepanjang masih dalam bulan Syawal.
Bagaimana Cara Melakukan Puasa Syawal?
Puasa Syawal, seperti puasa sunnah lainnya, memiliki cara pelaksanaan yang mirip.
Niat untuk Puasa Syawal bisa diucapkan saat sahur.
Kebaikan dalam menjalankan Puasa Syawal adalah sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya Puasa Ramadhan.
Selain itu, Puasa Syawal merupakan cara menunjukkan ketaatan dan kesetiaan terhadap ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad lewat hadits.
Bagaimana Niat Puasa Syawal?
Puasa Syawal, seperti puasa sunnah lainnya, memiliki cara pelaksanaan yang relatif serupa.
Niat untuk Puasa Syawal bisa diucapkan saat sahur.
Berikut adalah lafadz yang bisa digunakan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ
Artinya, “Saya berniat untuk menjalankan puasa sunnah Syawal pada hari esok karena Allah swt. “
Jika Anda tiba-tiba ingin berpuasa Syawal pada hari tersebut, Anda bisa melakukannya meski tanpa sahur, asalkan Anda belum makan dan minum serta tidak melewati waktu zuhur.
Mana yang Didahulukan, Qadha atau Puasa Syawal?
Bagi umat Islam yang masih memiliki puasa yang belum dilunasi dari Ramadan, muncul pertanyaan apakah mereka harus mengganti puasa terlebih dahulu atau langsung bisa melakukan puasa Syawal.
Sebagian ulama menganjurkan untuk mengganti puasa yang utang terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa sunah Syawal.
Namun, ada juga pendapat yang memperbolehkan melakukan puasa Syawal lebih dahulu, lalu baru mengganti puasa yang belum ditunaikan.
Meskipun begitu, lebih baik untuk menyelesaikan kewajiban yang ada terlebih dahulu.
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal mempunyai keutamaan yang sangat besar.
Selain mendapatkan pahala seperti puasa sepanjang tahun, amalan ini juga menunjukkan bahwa ibadah seseorang di bulan Ramadan diterima dan dilanjutkan dengan baik.
Puasa ini juga bisa menjadi cara untuk mempertahankan kebiasaan baik yang sudah terbentuk selama bulan Ramadan.
Sumber :
https://www.metrotvnews.com/read/k8oCQQyD-puasa-syawal-berapa-hari-ini-ketentuan-dan-keutamaannya










