Arus balik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai puncaknya pada Sabtu, 28 Maret 2026. PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memproyeksikan total pergerakan penumpang di 37 bandara yang dikelolanya menembus angka 578.311 orang dalam sehari. Jumlah tersebut tersebar dalam 3.898 penerbangan yang beroperasi, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Direktur Utama Mohammad R. Pahlevi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengoptimalkan pengaturan slot time penerbangan guna memastikan kelancaran arus keberangkatan dan kedatangan pesawat di seluruh bandara.
Bandara Soekarno-Hatta Jadi Titik Tersibuk
Dari seluruh bandara yang dikelola, Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang diperkirakan menjadi yang paling padat dengan jumlah penumpang mencapai 198.387 orang. Sementara itu, posisi kedua ditempati Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali dengan proyeksi 73.704 penumpang. Lonjakan ini mendorong pengelola bandara untuk memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh, mulai dari sisi udara hingga fasilitas terminal dan akses darat.
Fokus pada Penanganan Bagasi dan Layanan Terminal
Dalam menghadapi tingginya trafik penumpang, InJourney Airports memberikan perhatian khusus pada penanganan bagasi. Koordinasi intensif dilakukan bersama maskapai dan operator ground handling untuk menjaga standar layanan, mulai dari proses penurunan bagasi hingga diterima penumpang di area kedatangan.
Selain itu, peningkatan layanan di terminal juga dilakukan melalui penambahan personel, optimalisasi fasilitas, serta penyediaan informasi yang memadai bagi pengguna jasa bandara. Di sisi darat, pengaturan lalu lintas kendaraan diperketat, termasuk pengelolaan area penjemputan dan pengantaran, serta penyediaan transportasi publik untuk mendukung kelancaran mobilitas penumpang.
Arus Balik Darat Diprediksi Masih Padat
Di sisi lain, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa hingga 28 Maret 2026, sekitar 22 persen kendaraan pemudik masih belum kembali ke Jakarta. Ia memprediksi peningkatan volume kendaraan akan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi kemacetan, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah (one way). Selain itu, pemanfaatan ruas tol fungsional juga dilakukan guna mengurai kepadatan, terutama dari arah Jawa Barat yang sebelumnya tercatat masih menyisakan sekitar 33 hingga 35 persen kendaraan pemudik.
Kesimpulan
Puncak arus balik Lebaran 2026 menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat baik melalui jalur udara maupun darat. Dengan proyeksi ratusan ribu penumpang dan ribuan penerbangan, kesiapan operasional bandara serta rekayasa lalu lintas menjadi kunci utama untuk menjaga kelancaran perjalanan.
Sumber
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260329070146-92-1342200/puncak-arus-balik-lebaran-3898-penerbangan-layani-578-ribu-penumpang










